Kejar Target Dengan Team Work yang Solid

Krisis keuangan yang sampai saat ini belum berakhir, dan belum diketahui akan berlangsung sampai kapan, memaksa dunia usaha untuk bersaing secara keras. Dalam menghadapi tantangan tersebut, agar perusahaan mampu bersaing dan berhasil melalui kendala itu, diperlukan kondisi perusahaan yang memiliki keunggulan biaya  yang mantap dibanding perusahaan pesaing.

Disamping itu perusahaan perlu berhati-hati terhadap pesaing-pesaing baru yang ingin merebut pangsa pasar yang sudah kuat.  Sebab dengan memperoleh pangsa pasar memungkinkan pesaing untuk memperoleh ekonomi skala baru dan mengancam kedudukan perusahaan pemimpin biaya (cost leadership). Menghadapi kodisi itu, efisiensi sampai saat ini masih menjadi perisai andalan sebagai pertahanan untuk menangkal datangnya serangan krisis tersebut.  Rudi Hartono Kabag Perencanaan Pemasaran menyampaikan pada tahun ini Direktorat Pemasaran telah menargetkan upaya optimalisasi penggunaan gudang distributor, dengan mengurangi jumlah gudang penyangga sampai pertengahan tahun dari sejumlah 11 menjadi 7.  “Dengan demikian perusahaan dapat menghemat tiga biaya sekaligus: biaya sewa, biaya operasional dan biaya angkut,” ujarnya.  
 
Selain langkah tersebut, Teddy B Setyadi Kadiv Penjualan juga menyampaikan pentingnya kerjasama yang bagus sehingga terbentuk team work yang solid. Tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak yang saling terkait agar bisa lebih fokus, saling melengkapi dan saling mendukung.  
 
“Alhamdulillah, target RKAP volume penjualan SG pada Februari masih bisa terlampaui, mencapai 106% atau 612.000 ton dari RKAP sebesar 577.000 ton,” ujar Rudi. Memang target RKAP penjualan pada bulan Februari ini  lebih rendah dari bulan-bulan lainnya, karena pada bulan itu biasanya terjadi curah hujan yang cukup deras, disamping juga jumlah harinya paling sedikit dalam setahun.  
 
Salah satu faktor yang mendukung pencapaian target adalah meningkatnya demand di luar Jawa.  Meskipun berbagai kendala di lapangan terjadi akibat hujan deras, lalu lintas macet akibat banjir atau  luapan lumpur, namun pengiriman dan bongkar muat semen harus tetap dilakukan.  “Untuk menanggulangi tantangan tersebut kita menggunakan taktik yaitu, saat tidak hujan dilakukan pengiriman terus menerus, sambil menunggu kalau terjadi banjir.  Jadi pengiriman tidak menunggu order.  Istilahnya proaktif, sehingga target bisa tercapai.  Kadang kita juga menggunakan jasa pawang hujan, saat curah hujan cukup tinggi,” jelasnya.
 
Faktor lainnya menurut Teddy adalah karena penjualan SG kuat di pasar retail, sehingga dampak krisis tidak begitu besar imbasnya, beda dengan pasar investasi besar (proyek-proyek) akan terasa dampaknya.  
 
Mengenai target bulan ini (Maret 2009), Teddy  mengatakan optimis meskipun bulan ini ketinggalan dua release sebab ada dua hari libur. ”Mudah-mudahan bisa tercapai karena sudah diantisipasi dengan pengiriman lebih di awal bulan” ujarnya. Sedangkan sisa harinya, sambungnya akan terus dikejar dan dioptimalkan dengan treatment yang berbeda-beda disesuai dengan daerah pemasaran masing-masing. “Di lapangan kita mesti berbenah, melihat kekurangan yang ada dalam menghadapi cuaca yang masih belum bersahabat dan kompetitor, agar target volume dan revenue bisa tercapai,” tegasnya

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy