Kejuaraan Bulutangkis Walikota Surabaya Cup

Yeni Rahmawati menjadi penyelamat Pusdiklat Bulutangkis Semen Gresik (PBSG). Ini terjadi setelah ia menjadi satu-satunya atlit PBSG yang berhasil menembus babak semifinal dalam kejuaraan bertaraf nasional, Walikota Surabaya Cup 2009. Kejuaraan yang dihelat Pengcab PBSI Surabaya dalam rangka memperingati HUT Kota Surabaya ke-716 ini, digelar di GOR Sudirman, Kertajaya Indah dan di GOR Bulutangkis Surya Naga Surabaya pada 4-9 Mei 2009. 
 
Kejuaraan yang disponsori oleh produsen shuttlecock ini, diikuti atlit bulutangkis lokal maupun mancanegara, seperti Malaysia dan India serta memperebutkan hadiah berupa piagam, medali, serta uang tunai senilai 130 juta rupiah. 
 
Semen Gresik menurunkan hampir seluruh atlitnya di kejuaraan tersebut. Diantaranya runner up tunggal pemula putra di kejuaraan yang sama tahun lalu dan sekarang naik kelas di kelompok remaja, I Gusti Putu Roy Danu Wira Dharma, hanya melaju sampai babak  perempat final setelah harus mengakui keunggulan Agy Hariawan S. (Surya Baja Surabaya) dengan straight set 16-21/13-21. Sementara itu atlit tunggal pemula putra, Khotibul Umam menorehkan prestasi maksimal setelah berhasil menembus perempat final sebelum dikalahkan lawannya, Iklil R. (Gemilang Surabaya) dengan skor ketat 18-21/19-21.
 
Dakka Yudha Sakti yang saat ini berpasangan dengan Irvandi (Mutiara Bandung), dipaksa pulang lebih awal setelah di babak pertama dipermalukan pasangan Alan Sholahuddin/ Budi Santoso (Suryanaga Surabaya/Ratih Banten) dua set langsung 19-21/16-21. Mengomentari kekalahan Dakka Yudha Sakti di kejuaraan ini, pelatih Pusdiklat, Sony Mei Hari Susanto, menuturkan,” Kami sebenarnya menyayangkan perpecahan pasangan Dakka/ Alan, tapi karena mereka berdua sudah merasa tidak cocok, ya sudah, mereka memutuskan berpisah.
 
Secara peringkat, saat ini Dakka/Alan berada di peringkat 4 Nasional. ”Kekalahan Dakka/Irvandi kali ini karena mereka memang baru pertama kali berpasangan dan hanya sempat berlatih beberapa kali sebelum pertandingan. Secara permainan, mereka saya nilai sudah cukup kompak dan saling mengisi, hanya lawan masih sedikit lebih baik,” sambungnya.    
 
Prestasi yang diluar dugaan justru ditorehkan Yeni Rahmawati. Atlit yang sudah sejak 31 Januari 2007 menghuni Pusdiklat Bulutangkis Semen Gresik ini, berhasil menyingkirkan beberapa atlit, diantaranya Afni Fadilah (Ragunan Jakarta) dengan 18-21/21-18/21-19 serta atlit asal Malaysia. Namun sayang, ketika berhadapan dengan Putri Sekar Taji (Ragunan Jakarta), Yeni harus mengakui keunggulan lawan dengan rubber set 16-21/25-23/18-21. Setelah kalah di set pertama, Yeni berusaha bangkit dan dengan susah payah berhasil memenangi babak kedua . Di set ketiga  sebenarnya peluang Yeni sangat terbuka. Saling kejar mengejar angka kerap terjadi sama halnya di set kedua. Unggul poin 18 lebih dulu, rasanya Yeni justru terkunci dan susah mengembangkan permainan. Melihat hal itu, Putri pun merasa diatas angin, dan berhasil menyudahi perlawanan Yeni.
 
Sementara Ashifa Nur Farisma, Annisa Saufika, Gusti Ayu Mitha Sari Dewi, Andre Febriyanto, dan Anna Mukti Widiastuti yang diharapkan mampu berbicara dan berprestasi di kejuaraan ini, harus mengakui keunggulan lawan di babak-babak awal.
 
Andalan Pusdiklat lainnya Candra Dwi Pratama, Aprilia Ika Kurniawati, dan  semifinalis Sirkuit Nasional Kalimantan 2008, Ravenska Cintya Adifta gagal berlaga karena masih menjalani ujian nasional serta cedera. 
 
Dengan hasil ini, target meraih satu medali perak gagal diwujudkan tim pelatih. ”Tingkat persaingan cukup ketat di kejuaraan ini, selain hasil drawing yang kurang menguntungkan, ditambah pasangan Dakka/Alan yang sebenarnya diharapkan bisa memenuhi harapan tersebut di nomor ganda taruna putra, harus berpisah sehingga gagal memenuhi target tersebut. Peluang kembali terbuka setelah Yeni berhasil melaju ke babak semi final, namun kesempatan itupun hilang setelah Yeni kalah atas Putri - Ragunan,” urai Bambang Hendronowo, Pelatih Pusdiklat.  
 
Sementara itu, satu-satunya atlit PBSG yang berlaga di Sirkuit Nasional DKI Jakarta tanggal 18 hingga 24 Mei 2009, Dakka Yudha Sakti, yang berpasangan dengan Irvandi (Mutiara Bandung) gagal meraih podium. Akibat cedera, Dakka gagal melanjutkan perjuangan dan terhenti di babak 16 besar. ”Saya sudah berusaha maksimal dan telah berlatih yang cukup dengan Irvandi, namun karena saya cedera engkel, maka kami gagal di babak 16 besar,” ungkap Dakka Yudha Sakti yang dihubungi via ponselnya. 
 
Sementara itu, Candra Dwi Pratama, atlit Pusdiklat yang sekolah di SMA SG, saat ini tengah berlaga di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA Tingkat Nasional di Jakarta tanggal 12 sampai 20 Juni 2009. Keberangkatan Candra bersama beberapa atlit dari cabang olahraga lainnya dalam O2SN tahun ini mewakili Jawa Timur. Pada O2SN tingkat provinsi yang di gelar sebelumnya, Candra, yang asli Gresik ini,  berhasil menjadi kampiunnya dan berhak mewakili Jawa Timur di tingkat nasional. Keberangkatan Candra ke Jakarta didampingi pelatihnya, Bambang Slamet Riyadi, SPd yang juga didaulat sebagai pelatih dan pendamping di cabang olahraga bulutangkis.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy