Kerja Keras dan Smart Ciptakan Nilai Tambah

Merupakan suatu penghargaan tersendiri dalam acara penyusunan rencana kerja perusahaan tahun 2009, Menneg BUMN Sofyan A Djalil berkenan hadir, sekaligus memberikan pengarahan dan menyaksikan Penandatangananan KPI SGG oleh Komisaris dan Direksi masing-masing serta penandatanganan Kesepakatan  Bersama Grup Internal Audit.

Menneg BUMN yang sempat berkhutbah Jumat di Masjid Manbaul Falah usai membuka Raker, sengaja menyempatkan waktu luang agar bisa hadir pada Raker SG 2009, karena selama ini SGG telah mampu menepis persepsi negatif masyarakat terhadap BUMN. Saat ini SGG mempunyai kinerja yang lebih baik dari perusahaan semen swasta lainnya, bahkan Cemex sekalipun. Bagi Sofyan, SGG layak dijadikan contoh bagi BUMN lain.  Ia yakin BUMN akan menjadi the power house Indonesian economy, asal didukung perubahan politik ke depan yang lebih baik.  “Terima kasih atas kerja keras dan inisiatif-inisiatifnya, meski masih ada beberapa hal yang kurang.  Atas nama pemegang saham RI saya mengucapkan selamat atas kerja baik selama ini,” ujarnya.
 
Pada kesempatan itu, Sofyan juga mengungkap beberapa kekurangan umum yang dialami pemerintah atau perusahaan di Indonesia selama ini.  Satu misal, banyaknya kebijakan yang  tidak efisien.  “Kemajuan perusahaan ber­gantung efisiensi unit-unitnya, demikian pula suatu negara. Perusahaan adalah komponen penting dalam menciptakan added value (nilai tambah),” jelasnya. Contoh lain, kurangnya kerja keras dan bekerja kurang smart, juga umumnya kurang peduli.  “Saya yakin dengan penerapan GCG secara intensif akan mampu mengatasi masalah ini,” ungkapnya.
 
Sebelumnya Dirut mengawali dengan memaparkan Kinerja SGG sejak 2004 hingga 2008. Juga ditampilkan grafik pertumbuhan financial highlight dalam kurun waktu tersebut, dari sisi revenue, gross profit, operating profit, ebitda dan net profit. ”Rata-rata pertumbuhan keuangan SGG selama lima tahun terakhir dari sisi ebidat: 20% dan net profit : 49%,” ujarnya.  Juga dipaparkan indikator peningkatan keuntungan yang solid SGG selama 5 tahun terakhir, yang terlihat dari ukuran return on equity, return on asset dan ebitda margin, serta pergerakan harga saham SGG selama tahun 2008, yang sempat turun secara drastis di bulan Oktober dan kembali pulih setelah dilakukannya aksi buy back.
 
Dwi juga menyampaikan kinerja keuangan SGG tahun 2008 dibandingkan dengan perusahaan pesaing yang diambil dari laporan ASI, terlihat keunggulan dalam revenue, kapasitas dan pangsa pasar.   Juga diuraikan rencana kedepan perusahaan dalam jangka menengah dan panjang. ”Empat kerangka kerja dan strategi perusahaan agar menghasilkan keuntungan dan pertumbuhan yang berkelanjutan, adalah: mengelola aktivitas revenue management, cost management, capacity management dan upaya meningkatkan keunggulan bersaing melalui restrukturisasi perusahaan, peningkatan kemampuan SDM dan sistem manajemen informasi,” jelasnya.  Dipaparkan pula upaya-upaya untuk menjaga posisi sebagai pemimpin pasar.  Sedangkan masalah upaya pengembangan produksi yang ditempuh dengan cara: proyek debottle necking sampai tahun 2010 dan pembangunan pabrik baru mulai 2011 sd 2014.
 
Dirut juga memaparkan target utama (KPI) SGG tahun 2009 dan dibandingkan dengan 2008, volume produksi meningkat 4%, volume penjualan meningkat 6%, pendapatan meningkat 15%, laba usaha meningkat 14%, ebitda meningkat 12%. 
 
Pada pembukaan Raker itu juga dihadiri Dekom SGG ini juga disampaikan perkenalan tugas dan fungsi Dekom, Sekretaris Dekom dan Komite-komite lainnya.
Rapat yang menyuguhkan target dan pencapaian per divisi tahun 2008 serta segala permasalahan yang dihadapi dan tindak lanjut pemecahan masalah berakhir sampai tengah malam. Para Kadiv tersebut juga membahas rencana kerja 2009, serta strategi dan arah kebijakan masing-masing yang disesuaikan dengan visi dan misi perusahaan. 
Pada penutupan Raker, Dirut menyampaikan arahan kebijakan jangka panjang SGG sebagaimana tertuang dalam Triple Bottom Line yang berlandaskan GCG, dengan berpijak pada 5 filosofi dasar:  Berwawasan internasional (global Visionary),  Menjunjung tinggi etika bisnis (integrity),  Mengutamakan semangat kebersamaan (synergy),  Proaktif, Inovatif dan Efisien dalam bertindak dan berkarya (professional) dan  Komitmen terhadap upaya penciptaan nilai tambah (commitment).  Lima filosofi tersebut tetap dalam kredo kerja perusahaan: Berprestasi, Bersaing dan Bertanggung Jawab.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy