Pada hari Jum’at tanggal 24 Juli 2009, bertempat di kantor Kementerian Negara BUMN, PT PLN (Persero) dan PT Semen Gresik (Persero) Tbk. (”Semen Gresik Group /SGG”) menandatangani Nota Kesepahaman tentang penyaluran tenaga listrik untuk pabrik Semen Gresik, Semen Padang dan Semen Tonasa. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar, Direktur Utama PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Semen Padang Endang Irzal dan Direktur Utama PT Semen Tonasa H.M. Sattar Taba dan disaksikan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan A. Djalil.
Nota kesepahaman ini menunjukkan adanya sinergi dan kerja sama strategis antar BUMN besar dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik bagi pabrik semen milik SGG. Kerja sama strategis juga bisa dikembangkan ke bidang-bidang lain yang terkait dan memberi manfaat bagi kedua belah fihak, seperti pelayanan sistem kelistrikan yang terintegrasi bagi SGG.
PLN sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan dan pelayanan ketenagalistrikan siap menyalurkan tenaga listrik ke pabrik milik SGG. PLN juga siap memberikan pelayanan tertentu (certain level of service) dengan memberikan service level agreement/guarantee atas tenaga listrik yang akan disalurkan kepada pabrik/fasilitas SGG. SLA tersebut berupa kepastian waktu penyambungan, availability dan reliability. Bahkan bila diperlukan PLN siap menempatkan person in charge (PIC) sepanjang waktu di lokasi pabrik.
Tenaga listrik ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional pabrik semen yang ada maupun pabrik baru yang sedang dalam proses konstruksi. Energi listrik merupakan unsur yang vital bagi industri semen. Untuk SGG sendiri, konsumsi listrik untuk biaya produksi mencapai sekitar 18%.
Semen Gresik Group sedang membangun 2 unit pabrik baru, salah satu di Jawa dan lainnya di Sulawesi Selatan dengan kapasitas masing-masing 2,5 juta ton semen per tahun serta membangun 2 unit PLTU dengan kapasitas masing-masing 35 MW di Tonasa, Sulawesi Selatan. Diperkirakan kebutuhan listrik akan meningkat sampai dengan 365 MW di tahun 2012 pada saat pabrik baru beroperasi secara komersial.
Menurut Dirut PT Semen Gresik (Persero) Tbk., Dwi Soetjipto, penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan upaya konkrit yang telah dilakukan antara PLN dan SGG, dalam hal sinergi antar BUMN. “Sinergi semacam ini tentu akan menimbulkan dampak positif dan sebagai langkah strategis yang efektif dan efisien bagi penguatan BUMN sebagai pilar utama perekonomian nasional karena fungsi BUMN mengemban misi yang sangat vital terkait dengan hajat hidup rakyat Indonesia,” tuturnya.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dimaksudkan juga sebagai langkah untuk meningkatkan kinerja sekaligus menjaga agar tetap efisien. “BUMN bergerak di semua sektor perekonomian di Indonesia bahkan beberapa diantaranya memiliki peran yang dominan, oleh karenanya kita harus meningkatkan peran untuk mensejahterakan masyarakat,” tambah Dwi.
Kerja sama strategis ini diyakini memberikan manfaat positif bagi para pihak serta bagi masyarakat luas.
Manfaat bagi SGG diantaranya:
- SGG bisa lebih fokus pada bisnis intinya yaitu memproduksi semen untuk mendukung pembangunan nasional. Sementara untuk kebutuhan dukungan pasokan tenaga listrik bisa dipercayakan kepada PLN. PLN akan mendukung penuh rencana pengembangan pabrik semen milik SGG.
- SGG tidak memerlukan biaya investasi untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi pengembangan usahanya.
- SGG terhindar dari resiko operasi pembangkit listrik milik sendiri.
Manfaat bagi PLN diantaranya:
- PLN bisa mengimplementasikan konsep business to business (B to B)
- PLN bisa meningkatkan profesionalisme untuk melayani pelanggan
- PLN mendapatkan tambahan pendapatan
Kerjasama ini juga akan dapat meningkatkan skala ekonomi (economic of scale) di daerah-daerah tersebut. Nota kesepahaman akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama antara PLN dan SGG.