Semen Gresik Selamatkan Kertas Kraft Aceh

Penyelamatan dilakukan oleh sinergi 4 BUMN, yaitu PT Semen Gresik Tbk, PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk, Perum Perhutani, PT Perusahaan Pengelola Aset.
PRODUSEN kertas PT Kertas Kraft Aceh akan beroperasi kembali. Kepastian pengaktifan pabrik kertas ini menyusul penandatanganan pernyataan minat (letter of intent/Lol) yang dilakukan kemarin di Kantor Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Seusai penandatanganan Lol, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan pengoperasian kembali Kertas Kraft Aceh merupakan hasil program revitalisasi untuk penyelamatan terhadap BUMN yang merugi.

“Ini hasil dari revitalisasi untuk menyelamatkan pabrik Kertas Kraft Aceh. Sama seperti Semen Kupang, Merpati,” ungkap Mustafa. Sebelumnya, Kertas Kraft Aceh sempat masuk daftar BUMN yang akan dilikuidasi. Langkah likuidasi merupakan upaya terakhir setelah tertutup jalan untuk menyelematkan perusahaan tersebut.

Namun, Kementrian BUMN meninjau ulang rencana likuidasi pabrik kertas tersebut. Keputusan ini diambil setelah ada titik terang terkait pasokan bahan baku untuk pabrik kertas yang beroperasi di Aceh tersebut. Lebih jauh Mustafa mengatakan, penyelamatan Kertas Kraft Aceh menelan dana Rp850 miliar.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Irnanda Laksanawan menjelaskan, penyelamatan Kertas Kraft Aceh dilakukan oleh sinergi 4 BUMN, yaitu PT Semen Gresik Tbk, PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA), Perum Perhutani, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Semen Gresik bersedia menjadi pembeli (off taker) produk Kertas Kraft Aceh, sedangkan Bukit Asam akan memasok batu bara untuk pabrik kertas tersebut.

Disamping itu, Perhutani bersedia secara sendiri atau bersama dengan PPA memberikan kontrol terhadap pasokan bahan baku pinus untuk Kertas Kraft Aceh. PPA telah mengupayakan restrukturisasi dan revitalisasi Kertas Kraft Aceh.

Sebelumnya, pada Agustus 2009, PPA telah mengucurkan pinjaman sebesar Rp125,72 miliar kepada Kertas Kraft Aceh. Dana tersebut merupakan dana talangan yang digunakan perusahaan untuk kompensasi pemutusan hubungan kerja (PHK) 685 karyawannya.

Sementara itu, Presiden Direktur Kertas Kraft Aceh Abdul Aziz Pazsa mengatakan pihaknya berkomitmen penuh untuk melaksanakan program revitalisasi dan restrukturisasi dengan pengoperasian kembali pabrik kertas tersebut. Ke depan, tambahnya, ia akan membuka kesempatan skema kerja sama operasi dengan BUMN lain atau mitra investor swasta lainnya. ”Ada dua opsi ke depan, kerja sama operasi dengan mitra investor atau skema sinergi BUMN,” kata Abdul Aziz.

Kertas Kraft Aceh merupakan BUMN yang didirikan pada 1983 di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Kertas Kraft Aceh bergerak di industri pembuatan kertas kraft dengan kapasitas produksi terpasang 135 ribu ton per tahun. Operasi pabrik selama 2005-2009 mengalami pasang surut. Hingga akhirnya sejak Desember 2007 sampai sekarang berhenti operasi.

Tinggal sembilan

Lebih jauh Mustafa mengatakan, hingga tahun ini, jumlah BUMN sakit tinggal sembilan perusahaan. Selain Kertas Kraft Aceh, perusahaan lainnya yang masuk daftar BUMN sakit dan akan direvitalisasi di antaranya adalah PT Djakarta Lolyd, PT Balai Pustaka, dan Perum Film Nasional (PFN).
Pada 2011, Mustafa mengharapkan jumlah BUMN sakit akan menurun setengahnya. Menurutnya, pola sinergi penyelamatan, merger, atau likuidasi masih menjadi cara populer cara penyelamatan BUMN.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy