
Untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1431 hijriah, PT Semen Gresik (Tbk) Persero 18 Desember 2009 akan menggelar seni budaya ketoprak Siswo Budoyo asal Tulungagung. Tak hanya ketoprak, acara tersebut juga akan diramaikan oleh grup lawak Yati Pesek dan kawan-kawan.
Menurut Bagus Wijoyo, koordinator pagelaran, dalam pelaksanaannya nanti pihaknya akan bermain all out dan semeriah mungkin dengan melibatkan 130 pemain dengan durasi waktu mulai pukul 20.00 sampai 02.00.
Dalam pertunjukan ketoprak menyambut malam Tahan Baru Islam itu, ketoprak Siswo Budoyo mengambil tema "Arya Penangsang". Lakon ini menceritakan diawali pertemuan di Masjid Demak, para Sunan yang disesepuhi Kanjeng Sunan Giri mengadakan wejangan atau petunjuk. Di antaranya kepada Sultan Hadi Wiojoyo dari Pajang, Arya Penangsang Jipang dan dan Ratu Kali Nyamat dari Jepara.
Petuah Kanjeng Sunan Giri adalah " Wing becik ketitik .. Wong Olo Wahyune bakal Siro ( orang baik akan ketahuan, yang jahat akan hilang). Namun Arya penangsang tidak terima dan tetap menuntut balik atas kematian orang tuanya, Pangeran Suryo Wiyoto, kata Bagus ditemani Sugiono, penanggung jawab acara. Pagelaran ketoprak Siswo Budoyo itu dihelat di halaman Wisma A Yani PT Semen Gresik di Jalan A Veteran Gresik.
Pemain Siswo Budoyo Bersatu
Kelompok ketoprak paling terkenal dan paling tua, Siswo Budoyo asal Tulungagung akan tampil akbar di Wisma Ahmad Yani Semen Gresik, Jl Veteran, Jumat (18/12) malam. Mengambil lakon paling sakral Arya Penangsang, mereka melibatkan 125 pemain, termasuk empat maskotnya yaitu Topan, Yati Pesek, Proborini, dan Marwoto.
Tiga di antara maskot itu, kini termasuk jajaran selebritis nasional, yaitu Topan, Yati Pesek dan Marwoto. Bahkan Yati dan Marwoto, kini turut dalam komedi situasi Suami-Suami Takut Istri, yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta.
Kepala Divisi Komunikasi dan Informasi PT Semen Gresik (Persero) Tbk Syaifuddin Zuhri mengatakan pergelaran ini khusus untuk menyambut malam 1 Muharam. “Acaranya gratis, dapat dinikmati semua orang secara live,” ujarnya.
Dipilihnya Siswo Budoyo, karena selain sudah sangat terkenal, kelompok ini sekarang ‘tercerai berai’ di 12 kota di Jawa hingga Kalimantan. “Tujuan kami juga berupaya menyatukan kembali kekuatan budaya Jawa, yang dulu sangat terkenal dan dikagumi masyarakat ini,” tegasnya.
Untuk tampil bareng seperti ini, tambah Zuhri, pihaknya akan menjemput semua pemain dari kota berbeda. “Mereka semua sangat terharu bisa tampil utuh di Gresik, karena memang sudah lama mereka tidak pernah satu panggung,” kata Zuhri.