Konsumsi Naik, Produsen Genjot Produksi

Penjualan semen hingga akhir tahun ini bisa mencapai 42 juta ton

Pasar semen nasional mulai bergairah memasuki akhir tahun ini. meski pertuumbuhannya tidak begitu pesat, tapi perlahan-lahan konsumsi semen terus meningkat. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat penjualan semen hingga September atau akhir kuartal III-2010, mencapai 9,94 juta ton. Angka ini naik tipis 0,6% dibanding kuartal II yang mencapai 9.85 juta ton.

Kendati demikian, penjualan itu masih lebih tinggi 2,6% dibanding penjualan pada periode sama tahun lalu yang hanya 9,68 juta ton. Ketua Umum ASI Urip Trimuryono mengakui, pertumbuhan yang dicapai saat ini masih belum maksimal. Urip mengatakan, penjualan kuartal III yang Cuma naik tipis dari kuartal II dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya karena libur panjang Lebaran pada September lalu. ”Selama sekitar dua minggu aktivitas lalulintas semen itu terhenti, karena dikhawatirkan mengganggu jalannya transportasi manusia menjelang dan sesudah Lebaran,” kata Urip (20/10).

Penyebab lain penjualan semen yang naik tipis adalah rendahnya pembangunan infrastruktur hingga September 2010. alhasil, sektor yang diandalkan dalam penjualan semen saat ini masih berasal dari proprti,” ucap Urip. Meski begitu, Urip memperkirakan, penjualan semen hingga akhir tahun ini akan mencapai target 42 juta ton. Angka itu naik dibanding penjualan tahun lalu yang hanya 38,4 juta ton.

Menurut Urip, penjualan semen di kuartal IV biasanya cenderung meningkat. Untuk penjualan di bulan Oktober, misalnya, ia memperkirakan naik lebih dari 10% dibanding September yang mencapai 3,56 juta ton. Itu sebabnya ia optimistis target penjualan tahun ini bakal tercapai. Apalagi produksi semen juga bisa mengimbangi laju permintaan. Tahun ini, ASI memperkirakan produksi semen bakal mencapai 44 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding produksi tahun lalu yang hanya 36,9 juta ton.

Naikkan produksi

Menurut Urip, meningkatnya permintaan semen mendorong sejumlah produsen semen meningkatkan utilisasi (tingkat pemakaian)pasitas produksi. Contohnya PT Semen Gresik Tbk. Utilisasi juragan semen nasional itu kini sudah hampir mendekati 100%. ”Utilisasi Semen Gresik Group telah melampui 95%,” kata Agung Wiharto, Kepala Hubungan Investor Semen Gresik, saat dihubungi.

Menurut Agung, tahun ini kapasitas terpasng Semen Gresik telah mencapai 19,5 juta ton per tahun. Semen Gresik sendiri menargetkan kapasitas itu masih akan naik lagi. Misalnya dengan membangun pabrik baru, takni Tuban IV yang ditargetkan selesai pada 2012. Selain itu, anak usahanya, yakni Semen Tonasa, juga membangun pabrik Tonasa V. ”Kalau pabrik Tonasa ini selesai, kami perkirakan tahun depan produksi bissa naik sekitar 5,1%.” jelas Agung.

Langkah itu ditempuh guna mengahadapi lonjakan permintaan di masa mendatang. Indocement juga tak mau ketinggalan melakukan ekspansi. Produksi semen merek Tiga Roda itu menggelontorkan dana sekitar US$ 50 juta untuk membangun mesin penggilingan semen (cement mills) berkapasitas 1,5 juta ton di Cirebon. Ini akan membuat kapasitas produksi Indocement menjadi 18,6 juta ton per tahun. 

 

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy