Konsumsi Semen 2012 Diperkirakan Tumbuh 10%

Konsumsi semen pada 2012 diperkirakan akan tumbuh 10% dibandingkan dengan 2011 seiring dengan pertumbuhan properti dan juga pembangunan infrastruktur yang direncanakan pemerintah.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia Oerip Timuryono mengatakan struktur konsumen semen nasional selama ini, 70% disokong oleh konsumsi swasta terutama sektor properti, dan 30% oleh pemerintah melalui pembangunan sarana pemerintahan dan infrastruktur.

Oerip mengatakan berkaca pada realisasi konsumsi tahun ini, penambahan anggaran infrastruktur oleh pemerintah sebenarnya tidak terlalu banyak menyumbang konsumsi semen pemerintah.

"Kalau untuk infrastruktur yang dibangun pemerintah saja, konsumsi semennya tahun ini hanya sekitar 2 juta ton dari total perkiraan konsumsi 43--44 juta ton sampai akhir tahun," katanya hari ini.

Dia mengatakan realisasi konsumsi tersebut disebabkan karena proses penyerapan semen oleh proyek-proyek pemerintah tidak dilakukan pada tahun berjalan."Jadi, karena prosesnya biasanya lambat, pembebasan lahan dulu sehingga tahun depan direncanakan tidak langsung tahun itu juga menyerap semen."

Namun, ditambah dengan belanja modal pemerintah lainnya, dan asumsi porsi konsumsi semen oleh pemerintah dan swasta, penyerapan konsumsi semen tahun depan diperkirakan akan tumbuh 10%.

"Ditambah dengan anggaran bangunan gedung pemerintahan, konsumsi semen pemerintah cukup tinggi. Adapun swasta serapannya masih sebagian besar di properti. Kami perkirakan kalau tahun ini tumbuh 10%, tahun depan konsumsi juga akan tumbuh 10% lagi menjadi sekitar 48 juta ton."

Seperti diketahui, Presiden menjelaskan dalam RAPBN 2012, alokasi anggaran belanja modal direncanakan mencapai Rp168,1 triliun, naik Rp27,2 triliun atau 19,3% dari APBN-P 2011. Belanja modal direncanakan antara lain untuk membangun jaringan rel kereta api baru sepanjang 150 kilometer, pengembangan dan rehabilitasi 116 bandara dan membangun 14 bandar udara baru.

Pemerintah juga akan membangun jalan baru dan peningkatan kapasitas jalan sepanjang 4.005 km, preservasi yang meliputi pemeliharaan dan perbaikan jalan sepanjang 36.319 kilometer; membangun jembatan baru sepanjang 7.682 meter dan memelihara jembatan sepanjang 217.076 meter.

Adapun, di bidang perumahan, alokasi belanja modal direncanakan untuk menunjang pembangunan 175 rumah susun sederhana sewa dan unit hunian rumah susun beserta infrastruktur pendukungnya sebanyak 48 twin blocks.

Untuk mendukung ketahanan pangan, pemerintah akan membangun sembilan waduk dan merehabilitasi 24 waduk, menyelesaikan pembangunan 87 embung atau situ dan merehabilitasi 62 embung atau situ.

Adapun, Oerip menjelaskan realisasi konsumsi semen selama semester I 2011 mencapai sekitar 23 juta ton, atau tumbuh sekitar 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Menurut dia, konsentrasi penyerapan ada di Sumatera dan Jawa, terutama sekitar DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Dia juga mengatakan tingkat konsumsi semen di Indonesia Timur justru melorot. "Berdasarkan indikasi yang dilaporkan pelaku usaha di daerah, turunnya konsumsi semen di Indonesia Timur disebabkan oleh turunnya proyek-proyek pemerintah. Padahal, selama ini mereka mengandalkan proyek pemerintah," jelasnya.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy