Konsumsi Semen Nasional Mulai Pulih

Konsumsi semen naik seiring perbaikan ekonomi dan proyek properti swasta

Perbaikan perekonomian dalam negeri membawa dampak positif bagi industri semen. Pasalnya, di tengah pemulihan ekonomi, sejumlah proyek properti dan infrastruktur kembali berjalan.

Tak ayal, kebutuhan semen sebagai salah satu bahan bangunan utama turut meningkat. Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Trimuryono mengungkapkan, dalam dua bulan pertama 2010, tanda-tanda peningkatan konsumsi semen mulai tampak. “Dibandingkan dua bulan pertama 2009, konsumsi semen domestik meningkat sekitar 13%,” ujarnya.

Menurut catatan ASI, hingga Februari 2010, konsumsi semen domestik mencapai 6,35 juta ton. Adapun pada dua bulan pertama 2009, konsumsi semen Indonesia hanya 5,6 juta ton. Jumlah ini belum termasuk semen yang diekspor ke luar negeri. Selama periode Januari-Februari 2010, jumlah ekspor semen dari Indonesia mencapai 294.735 ton. Sayang, jumlah ekspor semen ini anjlok 30,9% dibanding ekspor Januari-Februari 2009 yang mencapai 426.985 ton.

Toh, Urip mengaku tidak terlalu khawatir melihat data ekspor tersebut. Sebab, produk semen Indonesia memang lebih banyak diperuntukkan bagi konsumsi dalam negeri.

Apalagi, Urip meyakini bahwa konsumsi semen domestic tahun ini bisa tumbuh 5%-6% dibandingkan 2009. Tahun lalu semen domestik mencapai 38,4 juta ton. Nah, tahun ini, konsumsi semen lokal ia perkirakan bisa meningkat menjadi 40,7 juta ton. Dengan kenaikan konsumsi semen domestik tersebut, ASI meramal, utilisasi industri semen akan meningkat dari 80% di tahun lalu menjadi sekitar 85%-90%. Itu berarti, produksi semen nasional tahun ini bisa mencapai 44 juta ton atau menyamai angka 2008. Tahun lalu, produksi semen nasional hanya mencapai angka 42 juta ton seiring mandeknya ekonomi akibat hantaman krisis.

Kepala Bagian Hubungan Investor PT Semen Gresik Tbk Agung Wiharto mengakui konsumsi semen domestik memang cenderung naik. Menurut, dalam dua bulan pertama 2010, Semen Gresik mampu menjual 2,8 juta ton semen atau naik 7,6% ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar 2,6 juta ton.

Manajemen Semen Gresik juga optimis, target pertumbuhan penjualan 2010 sebesar 6,55 bisa tercapai. Tahun lalu, volume penjualan produsen semen terbesar di Indonesia ini mencapai 39 juta ton.

Analis industri semen dari Bhakti Securities Reza Nugraha juga melihat bahwa konsumsi semen dalam dua bulan pertama tahun ini meningkat. Kata dia, ini menandakan pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin membaik. “Daya beli masyarakat juga menguat, “ujarnya.

Menurutnya,peningkatan konsumsi semen sekarang baru ditopang geliat berbagai proyek properti yang dijalankan swasta. Adapun sejumlah pekerjaan infrastruktur yang didanai pemerintah masih belum berjalan maksimal. Makanya, Reza juga meyakini bahwa pertumbuhan konsumsi semen sebesar 5%-6% tahun ini bakal tercapai.

Cuma, industri semen harus mewaspadai rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata 15% dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dikuartal II nanti. Sebab, kenaikan tarif listrik dan BBM bisa menghambat pertumbuhan industri dan menggersu daya beli konsumen.

Jika ini terjadi, pertumbuhan konsumsi semen secara nasional juga dapat terganggu. Makanya, industri semen secara nasional juga dapat terganggu. Makanya, industri semen harus bersiap melakukan efisiensi agar ongkos produksi dan harga jual produk mereka tidak naik sehingga masih terjangkau oleh konsumen.


Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy