Kontrak Pengadaan Peralatan Utama Diteken

 
 
Penandatanganan kontrak pengadaan peralatan utama pabrik baru di Jawa dan Sulawesi oleh Dirut SG, Dirut ST dan suppliers pada 25 Juni 2009 di kantor Perwakilan Jakarta.
 
Pembagian dividen 50% dari laba bersih SGG 2008 sebesar Rp 2,5 triliun, merupakan keputusan yang ditunggu-tunggu para pemegang saham yang hadir di hotel Ritz Carlton Jakarta, tempat digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum  Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
 
SGG sebagai perusahaan semen terdepan nasional, kali ini sekaligus menggelar dua rapat pada 26 Juni 2009 dengan 7 keputusan penting. Pada rapat itu para pemegang saham telah menyetujui sekaligus memutuskan laporan keuangan perusahaan 2008, laporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL);  Menetapkan penggunaan Laba Bersih 2008: 50% untuk dividen, 1,5% untuk  PKBL, sisanya sebagai cadangan pengembangan per­usahaan;  Menyetujui usulan Dekom tentang gaji Direksi dan honor Dekom 2009; Menunjuk KAP Purwanto, Sarwoko & Sanjaya sebagai auditor 2009.
 
Sedangkan 2 keputusan RUPSLB adalah Menyetujui usulan rencana pembangunan pabrik baru di Sumatera Barat dan menyetujui perubahan dan penyesuaian pasal anggaran dasar perseroan.
 
Arti pentingnya proyek perluasan pabrik bagi SGG menurut Dirut SG Dwi Soetjipto bertujuan untuk  memper­tahankan pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan sehingga akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.  ”Selain itu berarti perusahaan akan terus mempertahankan posisinya sebagai per­usahaan semen terdepan di Indonesia,” tambahnya. ”Langkah strategi tersebut, bertujuan untuk mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi semen domestik yang diperkirakan tumbuh sekitar 6,5% di tahun 2011,” ujar Dwi lebih lanjut.
 
Selain itu, sebagai persiapan memenuhi kenaikan permintaan itu dan untuk memper­tahankan pangsa pasar, perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi serta efisiensi operasional secara keseluruhan, yaitu melalui pengelolaan pendapatan, biaya dan kapasitas produksi untuk me­maksimalkan keunggulan kom­petitif. Usai rapat yang dihadiri lebih dari 86% pemegang saham ini juga dipaparkan kinerja keuangan SGG pada kuartal I 2009 dibanding dengan kuartal yang sama tahun lalu.  Akibat penurunan konsumsi semen domestik hingga 5,8% sejak pertengahan tahun lalu, berdampak pada penurunan penjualan SGG sebesar 2%. 
 
Namum dalam kurun waktu itu SGG mampu meningkatkan kinerjanya dengan mencatat laba operasi sebesar Rp 704 miliar atau meningkat 23%. Pengadaan Peralatan Proyek Guna merealisir pembangunan pabrik baru, sehari sebelumnya di kantor per­wakilan Jakarta, telah ditandatangani kontrak pengadaan peralatan utama untuk pabrik baru senilai Euro 189 juta. Main equipment tersebut meliputi: Raw Material Preparation, Clinker Manufacturing, Cement Manufacturing dan Cemen Packing.   
 
Penandatanganan kontrak itu dilakukan oleh Dirut SG didampingi Direktur Keuangan dan Dirlitbang & Operasional dengan Direksi dari para supplier: Thyssenkrupp Germany, FLS Smidth Denmark dan Indonesia, Loesche Germany, Claudius Peters Germany. Perlu diketahui, untuk Vertical Raw Mill yang berkapasitas 75 ton/ jam dan Vertical Cemen Mill berkapasitas 250 ton sampai saat ini merupakan kapasitas terbesar dan telah banyak digunakan di berbagai negara. Peralatan baru itu akan dipasang pada pembangunan pabrik baru di Jawa dan Sulawesi Selatan dengan kapasitas masing-masing 2,5 juta ton per tahun.
 
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy