Ikhtiar itu terus di lakukan. Upaya PT Semen gresik ( Persero ) Tbk , membangun pabrik Semen baru di jateng tak pernah surut. Provinsi menjadi medan pesaingan penting dan strategis bagi tiga besar industri semen nasional, satu diantaranya Semen Gresik. Belum berhasil merealisasikan pabrik semen di Kabupaten Pati, kini melirik Kabupaten Rembang sebagai alternatif. Bagaimana proses report rencana mewujudkan ekspektasi mereka untuk memiliki pabrik semen di wilayah Jateng ? berikut wawancara dengan Dr Ir Dwi Soedjipto MM, dirut PT Semen Gresik.
Bagaimana gambaran tahun 2012 terkait kapasitas, pemasaran PT Semen Gresik ?
Di tahun 2011 produksi kita mencapai 19,8 juta ton. Targetnya 19,5 juta ton. Kapasitas produksi kita targetkan 20 juta ton. Mulai tahun 2012, dengan selesainya satu pabrik baru di Tuban dan Tonasa Sulsel, maka kita targetkan produksi diatas 22 juta ton per tahun.
Bagaimana pemasaran dan penjualan produk Semen Gresik di Jateng ?
Pertumbuhannya terus positif dan Jateng adalah medan pertarungan sangat keras bagi tiga prosusen semen terbesar di Indonesia. Jatim dan Jateng daerah pasar utama bagi Semen Gresik. karena itu kita menganggap penting dan betul-betul fight di daerah ini. kalau kita lihat data, Semen Gresik masih bisa mempertahankan pasar penjualan baik di Jateng maupun DI Yogyakarta, sekitar 33%. Memang, di situ masuk pemain lain seperti Indocement, Holcim dan Bosowa. Dari posisi 33%, dalam 2-3 tahun terakhir kapasitas Semen Gresik sudah mentok. Barangkali tahun depan karena kapasitas bertambah, maka perangnya kita lebih punya senjata dan lebih kuat di Jateng dan DI Yogyakarta. Yang lebih penting lagi, Jatim, dan Jateng Khususnya, dengan kebutuhan proyek infrastruktur dan properti, pada dua tahun mendatang kemungkinan jadi andalan pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagaimana estimasi permintaan Semen Gresik di Jateng dan Jatim di tahun-tahun 2012 ?
Tahun ini di tahun 2011 ini, pertumbuhan Semen Gresik di Jatim 15% dan Jateng 16,9%. Jadi, Jatim di tahun 2011 pertumbuhan permintaannya paling kecil di Jawa. Jateng lebih baik. Saya pikir dengan berbagai aktivitas infrastrukturnya pertumbuhan ini akan berlanjut mesti tak sebesar 2011, karena ada dampak krisis global. Tapi, pertumbuhan ini luar biasa. Secara nasional, rata-rata tumbuh 7%. Ini jauh dari rata-rata nasional.
Sejauh mana tahapan pembangunan Semen Gresik di Rembang ?
Kita tetap komit sesuai analisa kebutuhan semen nasional. Semen Gresik membutuhkan peningkatan kapasitas dan perluasan usaha. Salah satu lokasi yang direncanakan adalah Jateng. Alhamdulillah pemerintah daerah mendukung. Memang di Pati kita mememui kendala karena belum satu visi. Kita memproses daerah lain yakni Rembang. Beberapa kali pertemuan dan prosesnya dilakukan terus dan terakhir izin lokasi sudah diperoleh, Amdal sedang diproses dan itu dikerjakan oleh konsultan independen.
Konsultan independen penggarapan Amdal itu apa ada jaminan tak ada intervensi menajemen ?
Betul sekali. kita berharap mendapatkan informasi sebenarnya. Yang kita perlukan adalah investasi ini berjalan dan proyek pembangunan pabrik baru di Rembang itu bisa jalan. Amdal harus sesuai kondisi sebenarnya dan dikerjakan lembanga independen. Tak ada intervensi sama sekali. Karena itu, kalau hasil akhir menyatakan tak ada masalah, itu sangat bagus bagi proses dan tahapan selanjutnya.
Belajar dari pengalaman di Pati, apakah persiapan masuk ke Rembang juga dilengkapi kajian sosial secara komprehensif ?
Ya betul. Kajian itu harus komprehensif seusai dengan kebutuhan dan potensi serta risiko yang dihadapi. Yang lebih penting lagi berangkat dari pengalaman lalu adalah aspek sosialisasi kepada masyarakat, pihak-pihak yang terkait harus dijalankan dengan baik, supaya tak ada salah pengertian.
Apa hambatan paling berat untuk merealisasikan pembangunan pabrik Semen di Rembang ?
Beberapa waktu lalu yang kita alami dan memerlukan proses cukup lama adalah meyakinkan penetapan penggunaaan lahan yang benar-benar bisa dipergunakan untuk industri semen. Tahapan itu sudah dilakukan dengan baik, sehingga kerluar izin lokasi. Tentunya ke depan yang jadi tantangan berikutnya adalah melaksanakan pembebasan lahan dan ini tentu menyangkut akseptabilitas masyarakat dan kecocokan harga, sehingga tetap layak untuk di eksploitasi secara bisnis. Bahwa keberadaan Semen Gresik di sana harus memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan diposisikan mengeksploitasi alam maupun masyarakat setempat, itu yang tak kita inginkan. Kita harus hadir memberikan kebaikan bagi masyarakat dan lingkungan.
Sudah ada gambaran kelompok sasaran yang terkena pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik semen. Bisa dijelaskan tingkat penerimaan mereka seperti apa ?
Target yang perlu dilakukan sosialisasi dengan sebaik-baiknya adalah group yang terkait dan memiliki perhatian terhadap alam, seperti LSM yang kegiatannya adalah menyangkut bagaimana pengamanan lingkungan alam. Saya pikir untuk lainnya berkaitan dengan kepentingan masyarakat, kepentingan budaya lokal, dan lainnya bisa dilakukan klarifikasi dengan lebih bagus.
I
Isu lingkungan apakah tak jadi penghambat realisasi pembangunan pabrik baru di Rembang ?
Saya kira itu yang justru paling kita khawatirkan. Kita melakukan perhatian terhadap lingkungan. Bahwa kita bukan hanya menjaga lingkungan yang baik, tapi perubahan yang terjadi dengan adanya sebuah pabrik dan perubahan itu harus menjadi lebih baik secara alam. Soal keberadaan hutan, ada kewajiban untuk mengganti dua kali luas lahan hutan yang dipergunakan di samping menggembalikan area hutan yang dipakai kembali seperti semula.
Dukungan elite lokal di Rembang dan Jateng seperti apa ?
Sejauh ini dukungannya cukup tinggi. Meskipun masih ada pekerjaan berat ke depan yakni sosialisasi dilanjutkan kelini paling bawah. Tak bisa kita katakan selesai sekarang ini. Masih tetap dilakukan sosialisasi sampai pada jajaran paling bawah, seperti lurah, RT, RW dan warga.
Kehadiran Semen Gresik bisa jadi mercusuar dan bakal jadi sorotan di Rembang. Realitas itu resikonya berat dan bagaimana mengatasi kemungkinan itu ?
Kalau kita lihat Rembang memang lebih ke Pantai dan biasanya agak lebih terbuka masyarakatnya, sehingga harapannya dari investasi penerimaannya lebih baik. Dari sini kita sangat optimis investasi bisa berjalan. Kita juga menyadari bahwa fakta ini bisa menjadi mercusuar, sehingga berbagai pihak bakal menganalisa berbagai hal, kekhawatiran dan ketakutan serta apa dampak negatifnya. Hal itu akan kita garap pada tahap sosialisasi dan proses berikutnya sekaligus paralel dalam memenuhi kebutuhannya.
Gambaran perubahan sosial ekonomi di Rembang pra dan pasca adanya pabrik semen ?
Saya kira secara umum kita bicara dari masyarakat trdisional di Tuban. Bagaimana sebelumnya masyarakat yang sumber nafkahnya bertani dengan pola tadah hujan dan mereka lebih pasrah dengan alam, sehingga level pendidikan tak terlalu tinggi. Mungkin banyak masyarakat yang hanya sampai lulus SD dan mungkin juga buta huruf. Tapi dengan hadirnya industri di sana, maka budaya masyarakat industri mulai menular ke masyarakat lokal dan itu membentuk pola pikir jadi masyarakat industri pada umumnya. Mereka menyekolahkan anak-anak lebih tinggi dan nantinya menjadi sumber tenaga kerja bagi perusahaan, menjadi orang yang mengoperasikan dan menjalankan perusahaan tersebut.
Hikmah dan pelajaran paling penting dari kasus Pati ?
Ketika masuk ke Pati, kita tak terlalu memperhatikan Rembang. Barangkali dari sisi lokasi lebih baik karena dekat dengan pelabuhan sehingga kalau membawa material batubara dal lainnya lebih mudah. Kita berada di lingkungan masyarakat pantai yang biasa lebih cepat menyesuaikan perubahan. Itu sangat dibutuhkan dalam pengoperasian pabrik dalam tempo panjang. Ada hal-hal tertentu masyarakat pantai cepat merespon perubahan yang terjadi, maka lebih cepat pula pengoperasian pabrik itu karena ada daya dukung lingkungan.