LKS Bipartit KWSG Sabet Penghargaan Tingkat Nasional

Tahun ini, 2011, menjadi tahun emas bagi Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) dengan diraihnya beberapa prestasi tingkat nasional. Mulai dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional ke-64 (12/7) lalu di Jakarta, KWSG memperoleh penghargaan tingkat Nasional, “Koperasi Award” dari Kementerian Koperasi dan UKM. Prestasi terbaru tingkat Nasional lainnya yakni ”LKS Bipartit Award” dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (12/8) di Jakarta.

KS Bipartit Award adalah sebuah ajang konvensi yang diadakan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenakertrans RI untuk menilai peserta terbaik tingkat nasional. Ajang tiga tahunan ini diikuti oleh 13.917 LKS Bipartit dari 217.000 perusahaan seluruh Indonesia. KWSG sebagai satu-satunya peserta non perusahaan (koperasi, Red.) yang masuk sebagai 10 besar finalis konvensi LKS Bipartit Nasional dan mampu bersaing meraih prestasi tiga besar urutan kedua dengan nilai 92.

Keikutsertaan dan pencapaian KWSG dalam even bergengsi ini tentu saja menjadi sebuah kebanggaan. ”Ini adalah keberhasilan kita bersama, keberhasilan seluruh pegawai KWSG. Prestasi KWSG pada LKS Bipartit Award 2011 ini menunjukkan adanya sinergi dan komunikasi yang harmonis antara manajemen dengan serikat pegawai,” ungkap  Teguh Suhartono, Sekretaris LKS Bipartit KWSG. Lebih lanjut Teguh memaparkan bahwa pencapaian prestasi tadi tidak boleh melarutkan KWSG dalam euforia semata. ”Kami harus terus berpacu untuk selalu meningkatkan produktivitas kerja. Esensi dari pencapaian ini bukan terletak pada penghargaannya, akan tetapi implementasinya di lapangan,” tegasnya.

Semenjak dibentuk pada 7 Maret 2007, LKS Bipartit KWSG sudah dua kali mengikuti ajang serupa, termasuk tahun 2011 ini. Keikutsertaan pertama tahun 2008. Saat itu kiprah LKS Bipartit KWSG belum bisa membuahkan prestasi. Seiring perjalanan waktu, KWSG pun berbenah. Melalui pembangunan komitmen baru, rekonstruksi visi dan misi serta tujuan yang akan dicapai, melakukan tertib administrasi, pembuatan rencana kerja secara terjadwal, termasuk implementasi dan evaluasi secara berkesinambungan.

Berbeda dari waktu yang lalu, LKS Bipartit Award 2011 dilaksanakan dengan metode yang lebih baik. Jika pada tahun-tahun sebelumnya proses penilaian LKS Bipartit Award mutlak dilakukan pada tingkat propinsi dan hasilnya diajukan kepada Keme­­-nakertrans untuk diputuskan pemenangnya. Tahun ini proporsi penilaian ajang tersebut didapat dari penilaian propinsi sebesar 15% dan penilaian konvensi tingkat nasional sebesar 85%. Peserta dengan nilai 90 ke atas saja yang berhak maju berkompetisi di tingkat nasional mewakili propinsinya. Hasil dari konvensi nasional tersebut diumumkan secara terbuka dan penghargaan langsung diserahkan oleh Menakertrans kepada para pemenang

Di ajang konvensi nasional, peserta konvensi LKS Bipartit Award bersaing untuk meraih prestasi dengan menyajikan presentasi kompetitif di hadapan lima panelis selaku Tim Juri Independen yang terdiri dari akademisi, pakar komunikasi, dan praktisi serikat pekerja. Poin penilaian dalam konvensi nasional LKS Bipartit Award perusahaan meliputi beberapa aspek. Di antaranya, fungsi dan peran LKS Bipartit dalam perusahaan; tanggung jawab sosial perusahaan (CSR); dan strategi perusahaan di masa depan dalam hal keberlangsungan perusahaan secara berkelanjutan (going concern).

Pada implementasinya, peran LKS Bipartit dalam strategi untuk menunjang keberlangsungan perusahaan dilaksanakan KWSG melalui program peningkatan produktivitas dan program peningkatan kesejahteraan sebagai hal utama. ”Bagaimana strategi bisnis yang harus dilakukan? Bagaimana motivasi yang diberikan harus berimbang, sehingga keinginan dan kemauan motivasi berprestasi tinggi, produktivitas naik, kinerja perusahaan akan meningkat. Perusahan mengikuti secara balancing antara kepentingan pegawai yang difasilitasi dengan kepentingan perusahaan untuk keberlangsungan. Jika terlaksana secara seimbang maka perusahaan bertumbuh dan kesejahteraan pegawai meningkat,” jelas Mukromin, Ketua LKS Bipartit KWSG.

Keberadaan perusahaan terhadap lingkungan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) juga menjadi sorotan dalam penilaian. Secara berkesinambungan KWSG melancarkan program-program sosial seperti santunan kepada anak yatim dan fakir miskin di lingkungan sekitar pabrik SG. Bantuan korban bencana alam letusan Gunung Merapi, bantuan korban banjir di Kecamatan Cermai Kabupaten Gresik, dan santunan kepada pensiunan pegawai KWSG.

Terkait pula penerapan undang-undang ketenagakerjaan. Dalam hal pelaksanaannya, LKS Bipartit KWSG mengacu pada UU nomor 13 tahun 2003. Apabila hal-hal yang diatur dalam undang-undang tersebut belum bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh KWSG, anggota LKS Bipartit yang terdiri dari perwakilan manajemen dan perwakilan pegawai bermusyawarah untuk memperoleh titik temu. ”Bagaimana membentuk hubungan harmonis yang ada antara wakil manajemen dan wakil serikat pegawai. Harmonisasi hubungan antara dua kepentingan (manajemen dan pegawai, Red.) selama hal tersebut berjalan dengan baik, maka kesuksesan pasti diraih. Inilah kunci sukses LKS Bipartit KWSG,” tegas Mukromin.

Implementasi dalam hal komunikasi diwujudkan dalam komunikasi antar pegawai, dengan mengadakan kegiatan non formal untuk menciptakan soliditas, kerukunan dan kebersamaan. Komunikasi pegawai kepada LKS Bipartit, dengan menampung aspirasi pegawai, baik secara lang­sung, melalui kotak surat maupun media online.

Komunikasi LKS Bipartit dengan Serikat Pegawai dan Komunikasi LKS Bipartit dengan Manajemen terus dijaga. Ada mekanisme hubungan industrial (hubungan kerja) dalam perusahaan, maka di situlah potensi permasalahan akan muncul. Tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan selama LKS Bipartit dapat melaksanakan peran dan fungsinya secara seimbang. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, pasti ada titik temu, tinggal bagaimana cara mengkomunikasikan permasalahan tersebut.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy