Sukses Lakukan Inovasi dan Transformasi
Transformasi dan inovasi PT Semen Gresik Tbk lima tahun terakhir berhasil meningkatkan net profit margin (margin laba bersih) dari Rp 300 miliar menjadi Rp 3 triliun lebih. Hal ini patut dijadikan contoh BUMN-BUMN lainnya untuk mengikuti jejaknya.
Deputi Kementerian BUMN Bidang Industri Stategis dan Manufaktur Irnanda Laksanawan mengatakan, industri akan maju jika berani membuat inovasi, kreativitas dan transformasi.
Keberhasilan inovasi Semen Gresik terlihat jelas pada kinerja keuangan, terutama setelah penggabungan PT Semen Tonasa dan PT Semen Padang ke dalam satu holding. “Tronsformasi Semen Gresik bisa dijadikan contoh holding bagi BUMN lainnya. Saya akan mengundang BUMN-BUMN untuk mencontohkan kreatifitas manajemen Semen Gresik,” kata Irnanda dalam acara Semen Gresik Group Award on Inovation (SGG-AI) di Grand City, Surabaya, kemarin.
Langkah transformasi dan inovasi mampu mengerek kinerja secara signifikan. Inovasi di tubuh BUMN mutklak diperlukan di tengah iklim persaingan usaha yang kian ketat. Hampir semua BUMN kini sudah tidak bisa memonopooli usaha karena keran perdagangan kini sudah dibuka lebar untuk pelaku usaha swasta. Karena itu, perlu banyak terobosan agar BUMN mempunyai daya saing yang tinggi.
“Sudah bukan jamannya kita berjalan sebagaimana biasanya, business as usual. Kita butuh inovasi agar bisa bersaing,” kata Irnanda. Menurut dia, berbagai program inovasi lahir dari pemikiran karyawan sendiri. Hal ini memperlihatkan jika kesejahteraan karyawannya terjamin. Pasalnya, jika karyawannya tidak sejahtera, tidak akan mampu berpikir inovatif. “Inovasi yang menghasilkan efisiensi cukup signifikan tersebut merupakan inovasi dari sisi bahan baku dan produk, teknologi dan proses produksi, serta sistem manajemen,” ujar Kepala Divisi Litbang dan Jaminan Mutu Semen Gresik Enggun Purwoko.
Enggun menuturkan, potensi efisiensi perusahaan sebesar Rp 350 miliar didapat dari 123 model inovasi yang dibuat 123 tim karyawan Group Semen Gresik dalam ajang SGG-AL 2010. Ke 123 tim tersebut terdiri atas 18 tim dari Semen Padang, 34 tim Semen Tonasa dan 71 tim Semen Gresik.
“Seluruh proyek atau model inovasi dari para karyawan tersebut harus berorientasi pada target bisnis unit Group Semen Gresik. proyek inovasi harus bisa meningkatkan nilai perusahaan, baik dari sisi finansial maupun nonfinansial,” jelas Enggun.