Mampu melipat gandakan keuntungan, yang biasanya hanya Rp 500 juta menjadi Rp 3 Triliun lebih, membuat PT Semen Gresik pun semakin memperbesar bantuan untuk bina lingkungan. Tahun ini bantuan yang digelontorkan sebesar Rp 120 miliar.
Dana bina lingkungan ini akan dibagikan untuk tiga program besar PT Semen Gresik, yakni Program Pengembangan Pendidikan, Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Penghijauan. Khusus untuk pendidikan diberikan dalam bentuk beasiswa, sedangkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, tim PT Semen Gresik sengaja turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyaluran dana bergulir untuk modal usaha dan juga langsung melakukan pengawasan dan pembinaan bagi UMKM yang mendapatkan bantuan modal dari PT Semen Gresik.
"Tahun lalu kami hanya mengucurkan dana Rp 93 miliar, kami harap penambahan dana ini mampu menggiatkan sendi pereokomian warga Jatim," jelas Faf Adisamsul, Kepala Divisi Pengelolaan Sosial dan Lingkungan Korporasi PT Semen Gresik, Minggu (20/3/2011).
PT Semen Gresik juga lebih mengutamakan pemberian bantuan dana modal untuk UMKM yang ada di Gresik dan Tuban yang merupakan kawasan dekat pabrik PT Semen Gresik. Apalagi kedua daerah merupakan daerah tandus yang warganya sulit untuk bercocok tanam, sedangkan tak semua warga bisa direkrut menjadi tenaga kerja di PT Semen Gresik.
"Salah satu caranya adalah dengan mengarahkan mereka merintis usaha mikro dan kecil. Dengan begitu taraf hidup mereka akan terangkat dengan sendirinya," katanya.
Kini dari 8.500 UMKM binaan di Jatim, omset totalnya sudah mencapai Rp 1 triliun. Diharapkan bantuan modal dan pembinaan usaha ini bisa menggenjot angka pertumbuhan ekonomi di Jatim sehingga mampu menjadi daerah yang lebih makmur di sektor perekonomian rakyatnya.
"Dengan model pelatihan hingga cara marketing yang membuat para pelaku UMKM lebih mandiri. Targetnya 5 tahun ke depan UMKM yang ada di sekitar pabrik kami sudah menjadi perusahaan UMKM yang mapan," tandasnya.