Selasa, 10 Januari 2012
PT Semen Gresik Tbk (SMGR) memproyeksikan laba bersih pada 2011 sebesar Rp3,8 triliun. Proses audit resminya kini tengah berlangsung.
Dengan raihan laba Rp3,8 triliun itu, berarti ada kenaikan sekitar 6% dibanding laba 2010 sebesar Rp3,6 triliun.
"Laba kita 2011 bisa tembus Rp3,8 triliun," ujar Dirut Semen Gresik, Dwi Soetjipto, di sela-sela Rapat Kerja perseroan, Senin (9/1/2012).
Penjualan perseroan sendiri pada 2011 ditaksir tembus Rp15 triliun. Hingga November 2011, perseroan secara grup mampu membukukan penjualan sebesar 17,9 juta ton, tumbuh 11% dibanding posisi November 2010 sebesar 16,15 juta ton. Total penjualan semen secara nasional dari seluruh pemain di industri tersebut mencapai 44 juta ton hingga November 2011, tumbuh 13% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dwi mengatakan, market share perseroan dalam beberapa tahun terakhir memang susut karena kapasitas produksi yang sudah mencapai titik puncak. "Jadi kapasitas pabrik perseroan sudah mentok, padahal permintaan pasar terus tumbuh. Karena itu otomatis market share perseroan turun dari yang dulu minimal 45% sekarang tinggal 41-42%," ujar Dwi.
Di anak usaha Semen Gresik, market share juga susut. Di Semen Padang, misalnya, menurut Dirut Semen Padang Munadi Arifin, market share turun 45% dari 49% pada dua tahun lalu. "Kita memang perlu segera bangun pabrik baru," ujar Munadi yang juga hadir dalam rapat kerja tersebut.
Namun, setelah pabrik baru perseroan di Tuban dan Pangkep (Sulsel) rampung dan beroperasi tahun ini, Dwi yakin market share Semen Gresik akan kembali terkerek. "Nanti kan ada tambahan kapasitas dari dua pabrik itu, jadi jualan kita bisa lebih banyak," ujarnya.
Perseroan menargetkan kapasitas produksi pada 2012 sebesar 22,5 juta ton, 25,9 juta ton pada 2013, 27,3 juta ton pada 2014, dan menembus 30,3 juta ton pada 2015.