Memperkokoh Landasan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Para Pemegang Saham Yang Terhormat,
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas nama Direksi, saya sampaikan bahwa selama tahun 2009, Perseroan telah berhasil meraih kinerja usaha yang lebih baik lagi dibandingkan tahun lalu, meskipun dibayangi oleh dampak krisis keuangan global yang menerpa negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Pencapaian kinerja usaha tersebut membuktikan pentingnya sinergi operasional sehingga Perseroan mampu mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus mempertahankan pangsa pasar yang dominan dalam industri semen nasional. Kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2009 mengalami pelambatan pertumbuhan. Gross Domestic Product (GDP) Indonesia pada tahun 2009 mencatat pertumbuhan sebesar 4,5%, melemah dibandingkan GDP tahun 2008 yang tumbuh sebesar 6,1%.
Melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut membuat pertumbuhan permintaan semen domestic mengalami penurunan dibandingkan pertumbuhan permintaan semen domestik tahun sebelumnya. Berfokus pada empat pengelolaan strategi, yaitu revenue Management, Cost Management, Capacity Management dan Improving Competitive Advantage, Perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp14,4 triliun, meningkat 17,8% dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp3,3 triliun atau naik sebesar 31,8% serta EBITDA sebesar Rp4,8 triliun atau meningkat sebesar 23,4% dibanding tahun sebelumnya. Marjin EBITDA pun meningkat menjadi 33,2% dari 31,7% pada tahun sebelumnya. hasil kinerja operasional ini membuat kondisi fundamental Perseroan semakin kokoh, sebagaimana terlihat dari posisi RoE sebesar 32,6%, dan RoA sebesar 25,7%. Di samping itu, Perseroan telah selesai menyusun Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk periode 2010-2030, sehingga saat ini Perseroan telah memiliki arah jangka panjang 20 tahun yang jelas sebagai landasan untuk melangkah ke masa depan yang lebih cemerlang.
Kinerja Yang Kokoh
Konsistensi penerapan strategi revenue management dan aktivitas sinergi pemasaran yang intensif mampu mendongkrak kinerja Perseroan. Sinergi pemasaran di lakukan oleh Perseroan untuk memperoleh pendapatan produk dengan harga yang bersaing dan pada segmen pasar yang memungkinkan penentuan harga dengan margin optimal. Naiknya volume penjualan dan tingkat profitabilitas membuat pendapatan dan laba bersih Perseroan meningkat masing-masing sebesar 17,8% dan 31,8%.
Walaupun terjadi gangguan pasokan energi listrik, gempa bumi di Sumatera dan terhentinya kiln shell salah satu mesin pabrik Perseroan, namun Perseroan mampu membukukan total volume penjualan produk di tahun 2009 sebesar 18,4 juta ton, naik 4,4% dari volume penjualan tahun 2008. Volume penjualan tersebut semakin mengukuhkan posisi Perseroan sebagai market leader di pasar domestik dengan pangsa pasar sekitar 45%. Seiring dengan target Key Performance Indicator (KPI) yang telah disepakati Direksi dan Dewan Komisaris, Perseroan mampu meningkatkan profitabilitas bahkan melebihi target KPI yang ada, sebagaimana ditunjukkan oleh besaran kenaikan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 17,8% dan 31,8%. Pendapatan di tahun 2009 tercapai Rp14,4 triliun, meningkat 17,8% dibandingkan dengan tahun 2008 sejumlah Rp12,2 triliun.
Tercapainya profitabilitas yang tinggi merupakan keberhasilan Perseroan dalam menekan peningkatan biaya produksi melalui strategi cost management yang diimplementasikan melalui serangkaian program efisiensi. Upaya pengendalian biaya berhasil menekan kenaikan Beban Pokok Pendapatan per ton di tahun 2009 pada kisaran 6,4%, atau meningkat menjadi Rp412.708 per ton dibanding tahun 2008 sebesar Rp387.786 per ton. hasil tersebut cukup positif, mengingat kenaikan biaya energi sebagai komponen biaya yang dominan dalam proses produksi dapat ditekan sehingga berada di bawah persentase peningkatan pendapatan. hasil akhir dari langkah tersebut adalah meningkatnya laba usaha menjadi Rp4,3 triliun, naik 28,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih Perseroan di tahun 2009 mencapai Rp3,3 triliun, naik sebesar 31,8% dari posisi laba bersih tahun 2008 sebesar Rp2,5 triliun. Kinerja finansial tersebut diikuti dengan posisi total Debt to equity ratio (DER) di akhir tahun 2009 sebesar 1,5% dan Rasio hutang terhadap EBITDA sebesar 0,03 kali.
Dengan demikian Perseroan memiliki tingkat hutang yang rendah serta free cash flow yang cukup besar, sehingga jika diperlukan, masih memiliki potensi besar untuk memperoleh dana dalam pengembangan Perseroan dimasa yang akan datang. Di tahun 2009, Perseroan berhasil melakukan optimasi unit-unit produksinya, sehingga kapasitas produksi total meningkat menjadi 19,0 juta ton, atau naik sebesar 6% dari kapasitas produksi di tahun 2008 yang sebesar 18,0 juta ton. Realisasi produksi semen mencapai 18,1 juta ton yang berarti beroperasi dengan tingkat utilisasi 95%. Kapasitas produksi yang digunakan secara maksimum berdampak pada pengurangan biaya tetap per output produk, sehingga memungkinkan diperolehnya marjin yang optimal. hasil tersebut telah menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya serta mampu melampaui target yang telah ditetapkan di awal tahun operasional sebagaimana terlihat pada tabel berikut.
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Perseroan telah melakukan berbagai aktifitas Program Kemitraan dan Bina Lingkungan serta Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate social responsibility (cSR) untuk mewujudkan hubungan yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat. Aktifitas tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan prinsip triple bottom line, yaitu harmoni antara Profit (laba usaha), Planet (lingkungan) dan People (kesejahteraan masyarakat). Kepedulian Perseroan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar diarahkan untuk menggali dan merangsang potensi masyarakat agar mampu tumbuh dan berkembang bersama Perseroan. oleh karena itu, sebagai perwujudan kepedulian atas perkembangan dan dinamika masyarakat di sekitar kawasan usahanya, Perseroan melaksanakan PKBL serta TJSL.
Perseroan telah menentukan dua sasaran strategis, yaitu untuk meningkatkan pembinaan sosial ekonomi masyarakat dan lingkungan. Di bidang sosial, program yang dilaksanakan meliputi (i) penyediaan sarana umum seperti jalan, penerangan, sanitasi, pavingisasi dan perbaikan fasum, (ii) program peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, (iii) program bantuan pendidikan, (iv) program bantuan bencana alam, (v) program bantuan kesehatan, pengembangan keolahragaan, dan pengembangan karya seni budaya. Di bidang ekonomi, program yang dilaksanakan meliputi pengembangan pola kemitraan usaha kecil dan koperasi, yang mengedepankan aspek kemandirian, profesionalisme dan etika. Pengembangan pola kemitraan tersebut diharapkan akan menjadi fasilitator dan akselerator bagi pertumbuhan usaha kecil yang membawa dampak berganda (multiplier effect) terhadap
kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan Perseroan.
Komitmen Terhadap Pelestarian Lingkungan
Di bidang lingkungan, falsafah “Go Green” dipakai sebagai panduan oleh Perseroan yang mencakup tujuh aspek, mulai dari penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan hingga pengendalian lingkungan hidup. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan yang meliputi kegiatan penghijauan, bantuan pembuatan sumur, pembuatan sarana wisata air serta pembuatan real estat dan kawasan industri di kawasan pasca tambang. Di samping itu, Perseroan memiliki fasilitas pengelolaan air bersih (water treatment) dan penampungan air hujan berupa waduk serba guna untuk berbagai keperluan. Perseroan juga telah menerapkan program Clean Development Mechanism (CDM) baik melalui implementasi alternative fuel maupun Waste Heat recovery. Seluruh upaya tersebut sekaligus merupakan jawaban terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat dunia akan terciptanya lingkungan hidup yang lebih baik untuk kehidupan mendatang. Atas kinerjanya di bidang pengelolaan lingkungan, Perseroan berhasil mempertahankan Peringkat Hijau 2009 Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dalam pengelolaan Lingkungan hidup, dari Kementerian negara Lingkungan hidup dan Apresiasi dibidang pengelolaan lingkungan hidup (eco Product) dalam kegiatan “Penganugerahan Industri hijau Tahun 2010” yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian RI. Perseroan meningkatkan penyaluran dana PKBL dan menerapkan falsafah “Go Green” sebagai komitmen pada pengembangan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Peningkatan Implementasi GCG
Perseroan senantiasa menjunjung tinggi kepercayaan publik sebagai suatu amanah yang dilaksanakan dengan prinsip-prinsip keterbukaan, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kewajaran. Perseroan menerapkan nilai integritas dalam setiap perilaku organisasi maupun individu, karena meyakini bahwa elemen tersebut akan meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Penerapan praktik GcG dan nilai integritas dilakukan dengan melanjutkan pembenahan tata organisasi, tata nilai dan tata kelola sebagai kelanjutan dari program konsolidasi internal perusahaan yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Program peningkatan kualitas implementasi atau best practices - GcG ini akan terus diterapkan seiring dengan perkembangan usaha Perseroan dan tuntutan industri di masa mendatang. Selama tahun 2009 Perseroan telah memperoleh berbagai penghargaan yang merupakan pengakuan pihak luar kepada Perseroan. Penghargaan tersebut mencakup antara lain:
• Empat penghargaan mengenai Kinerja Perusahaan.
• Tiga penghargaan terkait Kinerja Pemasaran.
Dua penghargaan mengenai Kinerja Sumber Daya Manusia.
• Satu Penghargaan Kinerja Information &Communication Technology (ICT).
• Dua penghargaan Kinerja CSR.
• Tujuh penghargaan Kinerja Inovasi.
• Dua Penghargaan Kinerja Pengelolaan Lingkungan.
PERKEMBANGAN LAINNYA
Penjualan kembali saham Perseroan. Membaiknya kondisi pasar finansial tahun 2009 berdampak pada kenaikan harga saham. Perseroan melakukan program ”sellback” treasury stock pada tanggal 7 oktober 2009 melalui PT Mandiri Sekuritas sebagai Placement Agent . Saham yang dijual seluruhnya berjumlah 68.032.000 lembar saham dengan harga jual sebesar Rp6.075 per lembar, atau total nilai jual sebesar Rp413,3 miliar. harga jual tersebut telah meningkat menjadi 208% dibandingkan harga perolehan saat buyback sebesar rata-rata Rp2.919 per lembar. Keuntungan sebesar Rp210,9 miliar langsung dicatat sebagai tambahan ekuitas. Terdapat 27 investor termasuk perusahaan investment management, asuransi, dana pensiun dan yayasan kesejahteraan yang berpartisipasi dalam pembelian saham hasil buyback ini. Kami mengelola Perseroan secara hati-hati, berkordinasi dan memperhatikan rekomendasi dewan Komisaris untuk menjamin pertumbuhan dan kinerja perusahaan yang berkelanjutan
Progres pembangunan pabrik baru dan power plant
Selama tahun 2009, pembangunan pabrik baru dan power plant telah mengalami progress sebagai berikut: 1. Proyek Pembangunan Pabrik Baru di Tuban Jawa Timur, kapasitas 2,5 juta ton per tahun, dengan nilai investasi USD355 juta, telah mencapai penyelesaian 14,0%, sedikit di atas target sebesar 13,9%. Direncanakan sampai dengan tahun 2010 progress pembangunan mencapai sebesar 71,3%. Proyek ini diharapkan selesai pada tahun 2012 dengan pola pengelolaan swakelola. 2. Proyek pembangunan Pabrik Baru di Pangkep Sulawesi Selatan, kapasitas 2,5 juta ton per tahun, dengan nilai investasi USD315 juta, telah mencapai penyelesaian 18,5%, sedikit di atas target sebesar 18,1%. Direncanakan sampai dengan tahun 2010 progres pembangunan mencapai sebesar 72,9%. Proyek ini diharapkan selesai pada tahun 2011 dengan pola pengelolaan swakelola. 3. Proyek Pembangkit Listrik di Pangkep Sulawesi Selatan, kapasitas 2x35 MW, dengan nilai investasi USD114,0 juta, telah mencapai penyelesaian 3,6%, sedikit di bawah target sebesar 3,7%. Direncanakan sampai dengan tahun 2010 progres pembangunan mencapai sebesar 35,8%. Proyek ini diharapkan selesai pada tahun 2012 dengan pola pengelolaan melalui EPc contactor, berbasis single responsibility.
Prospek Tahun 2010 dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan
Perseroan memandang prospek usaha ke depan, khususnya di tahun 2010, dengan kewaspadaan yang meningkat, mengingat kondisi perekonomian global yang masih belum sepenuhnya keluar dari krisis keuangan global. Perseroan telah selesai menyusun Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk periode 2010- 2030 sebagai landasan arah pengembangan dimasa mendatang. Secara garis besar, RJPP tersebut mengarahkan Perseroan untuk:
1. Senantiasa meningkatkan kapasitas produksi dalam rangka memenuhi permintaan pasar dan menjaga stabilitas pangsa pasar SGG di pasar domestik.
2. Memperluas kegiatan operasionalnya baik di pasar domestik maupun regional.
3. Menjamin ketersediaan energi yang cukup bagi kelangsungan operasional.
4. Secara proaktif meningkatkan komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat.
5. Menciptakan lapangan pekerjaan dan kesempatan pengembangan bagi Human Capital.
6. Meningkatkan nilai kapitalisasi pasar Perseroan.
Untuk mencapai semua itu, strategi inisiatif yang diterapkan lebih diarahkan pada hal-hal yang bersifat kritikal, yaitu: pertumbuhan kapasitas, pengamanan energi, penguatan citra korporasi, pemenuhan kebutuhan konsumen, penguatan faktor penunjang dan pengendalian risiko Dalam pelaksanaannya, Rencana Strategis tersebut diimplementasikan melalui empat focus pengelolaan strategi dengan sasaran akhir pertumbuhan berkelanjutan. Empat fokus pengelolaan strategi meliputi: revenue Management, cost management, Capacity Management, Increasing Competitive Advantage. Diharapkan dengan adanya RJPP Perseroan 2010-2030 ini, akan mampu mengokohkan sinergi yang telah terbentuk di antara anggota group dan mempercepat pertumbuhan berkelanjutan Perseroan di masa depan.
Pergantian Wakil Direktur Utama
Di semester kedua tahun 2009, Wakil Direktur Utama Perseroan yang semula dijabat oleh Bapak Heru D. Adhiningrat digantikan oleh Bapak Navin Sonthalia. Perubahan susunan Direksi tersebut tetap mengokohkan kerjasama diantara Direksi di dalam group Perseroan yang telah terjalin selama ini. Atas nama Perseroan saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Heru D. Adhiningrat atas segala kontribusi yang telah diberikan demi kemajuan kinerja Perseroan.
Penutup
Demikian laporan hasil operasional tahun 2009. Selanjutnya dimohon kepada para Pemegang Saham untuk menyetujui Laporan Tahunan dan jalannya Perseroan selama tahun 2009 serta mengesahkan Laporan Keuangan sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab atas kepengurusan dan pengawasan kepada Direksi dan Dewan Komisaris selama tahun buku 2009. Mewakili Direksi Perseroan, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada pemegang saham, Dewan Komisaris, pelanggan dan mitra usaha atas dukungan dan kerjasamanya. Begitu pula kepada seluruh pegawai yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, yang memungkinkan Perseroan meraih kinerja usaha yang menggembirakan di tengah kondisi yang penuh tantangan. Kami yakin dengan dukungan lebih lanjut dari seluruh pemangku kepentingan, Perseroan akan mampu meningkatkan kinerjanya menuju sasaran menjadi perusahaan semen yang unggul di wilayah nasional dan internasional.