PT Semen Gresik Tbk kemungkinan akan menjadi lead holding BUMN semen, membawahi beberapa perusahaan semen lainnya milik pemerintah.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan pihaknya akan mengkaji kemungkinan tersebut, dan diharapkan bisa selesai pada tahun ini. “Kami akan merampungkan kajian mengenai kemungkinan Semen Gresik menjadi lead holding, di samping bentuk lainnya. Dengan mekanisme itu, Semen Gresik akan fokus pada rencana investasi dan pengembangan,” ujarnya hari ini.
Menurut Mustafa, untuk produksi dan distribusi nantinya bisa diserahkan kepada anak usaha yang ada di bawah Semen Gresik. Sejauh ini ada lima BUMN semen, yaitu PT Semen Gresik Tbk, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Semen Kupang, serta PT Semen Baturaja.
Dari jumlah itu, hanya tiga perusahan yang masih beroperasi, dan dua perusahaan berhenti berproduksi. Adapun yang tidak berproduksi adalah PT Semen Kupang dan PT Semen Baturaja. “Untuk dua perusahaan tersebut akan ada kajian akan diarahkan seperti apa. Kalau memungkinkan, dua perusahaan semen yang berhenti beroperasi itu akan kembali dihidupkan dan menjadi bagian dari holding.”
Kementerian BUMN memasukkan pembentukan holding perusahaan semen ke dalam salah program right sizing BUMN. Sebelumnya, instansi ini berencana membentuk holding semen dengan nama Semen Indonesia yang akan membawahi perusahaan semen yang lainnya.