Tujuan
dari program CSR Perseroan dalam bidang lingkungan adalah
menunjang pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dan berwawasan
lingkungan hidup. Perseraoan sangat menyadari bahwa capaian
kinerja finansial dan sosial, tidak akan efektif tanpa didukung
oleh kepedulian untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan
atas kesadaran itu, Perseroan telah mengambil inisiatif untuk
memadukan berbagai fungsi pelestarian lingkungan hidup yang
terintegrasi ke dalam kebijaksanaan perusahaan, penataan,
pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, dan pengendalian
lingkungan hidup.
Perseroan menyadari
bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan merupakan pilar
utama dari perwujudan pembangunan yang berkelanjutan. Untuk
itu, Perseroan telah mengambil prakarsa sadar dan terencana,
memadukan lingkungan hidup termausk sumber daya, ke dalam
proses bisnis untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan
mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.
Penghijauan

Mendukung program penghijauan yang dicanangkan pemerintah maka SG dengan menggunakan dana TJSL telah mengeluarkan dana sebesar Rp. 2,7 milyar yang berupa pemberian bibit pepohonan jenis Mahoni, Trembesi, Sengon, Matoa, dan Jambu Mente yang diperuntukkan bagi penghijauan dibeberapa wilayah kabupaten di Jawa Timur, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati – Jawa Tengah.
Program Green Belt
Sebagai perusahaan industri yang melakukan penambangan bahan dari alam, Semen Gresik menyadari akan adanya konsekuensi yang harus dipikul sebagai akibat dari pemanfaatan sumber daya alam yang diperlukan sebagai bahan baku produksi. Setelah mengambil dari alam, maka perusahaan berkewajiban mengembalikan agar alam tetap nyaman, bahkan mungkin, menjadi lebih baik. Area green belt yang menempati sekeliling area terluar selebar 50 meter di area sepanjang penambangan ini ditanami dengan beberapa jenis pepohonan, yaitu pohon mangga, nangka, dan mahoni.
Tanaman tersebut dipilih, selain karena manfaatnya juga karena pertimbangan kesesuaian dengan kondisi tanahnya. Pepohonan itu tak hanya menciptakan lingkungan menjadi lebih sejuk sehingga tanah yang dahulu kering dan gersang kini berubah menjadi tempat yang nyaman untuk hunian, dan sekaligus menjaga keseimbangan alam, menahan debu akibat penambangan, sebagai pengamanan area, serta menimbulkan nilai ekonomis bagi masyarakat disekitar pabrik.
Sementara itu, tanah bekas penambangan, baik di Gresik maupun Tuban, dimanfaatkan sebagai telaga buatan seperti di daerah Ngipik Gresik, yang dapat dimanfaatkan untuk tempat wisata. Sedangkan dibekas penambangan tanah liat di Tuban juga dimanfaatkan untuk pembudidayaan ikan air tawar sistem jala apung ataupun keramba.
Aktivitas yang
dilakukan dalam mewujudkan hal itu melalui kegiatan penghijauan
/ green belt, bantuan penyediaan air bersih / sumur, pembuatan
wisata air dan pembuatan real estate bekas daerah tambang
dan juga penggunaan teknologi ramah lingkungan antara lain
electrostatic precipitator (EP), pengelolaan air bersih
(water treatment) dan penampungan air hujan berupa waduk
yang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan.