Listrik Surya Terangi SMA SG

SMA Semen Gresik (SG) menguji coba pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pembangkit listrik tenaga matahari itu dipamerkan di hadapan Drajat Irianto, konsultan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga anggota tim penilai Toyota Eco Youth (ETY) ke-5.

"Untuk sementara, baru dua ruang kelas yang dialiri listrik tenaga surya ini," tutur Kepala SMA Semen Gresik Setiyo Budi kemarin. Menurut Budi, pembangkit listrik ramah lingkungan itu mulai mereka kembangkan enam bulan terakhir.

Sekolah merogoh kocek Rp 25 juta untuk membuat PLTS tersebut. Dana itu dipakai untuk membeli enam buah sel surya, empat aki 12 volt, dan power inventer 1.000 watt. Sel surya yang dibeli SMA SG berukuran 50 X 100 cm. Dengan enam sel surya itu, dihasilkan listrik 300 watt selama 10 jam.

"Akhir 2010, kami estimasikan enam kelas menikmati energi surya ini," ujar Budi. SMA di Jalan Veteran, Gresik, itu memiliki 25 ruang kelas dengan jumlah siswa 600 orang.

Selama ini, SMA SG menggunakan listrik dari PLN. Lampu yang digunakan jenis TL (tube luminescent atau lampu tabung). Namun, penggunaan lampu TL mulai dianggap kurang efektif. Di dua kelas yang diuji coba, penerangan diganti dengan lambu SL (soft light). "Kami berharap nanti semua ruangan bisa disuplai dengan PLTS itu," ucap Budi.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy