Lomba Tukang, Mandor dan Operator Alat Berat Tingkat Nasional


 Tukang, mandor, dan operator alat berat merupakan ujung tombak pembangunan di bidang konstruksi. Dalam memberikan apresiasi kepada para pekerja konstruksi untuk meningkatkan kompetensi secara sehat pada bidangnya masing-masing,  maka diadakan unjuk keterampilan tukang, mandor dan operator alat berat di tingkat Nasional dengan pola pengujian secara tertulis/ wawancara dan pengamatan secara langsung di lapangan. Ditunjuk sebagai assesor dalam lomba tersebut, PUSBIN PU, Asosiasi Profesi, Asosiasi Perusahaan dan Perkumpulan Paguyuban Tukang Konstruksi Indonesia.
 
Lomba tukang, mandor dan operator alat berat tingkat Nasional  tahun 2009 diselenggarakan oleh Badan Pembina Konstruksi dan SDM Departemen Pekerjaan Umum pada 5-11 November 2009 di Jakarta. Lomba tukang ini diikuti oleh 137 orang dari 16 Propinsi pada bidang lomba: Tukang Kayu, Tukang Plumbing, Tukang Batu, Tukang Pembesian, Tukang Listrik, Mandor Konstruksi Baja Ringan, Mandor Kayu, & Lomba Operator Alat Berat. 
 
Semen Gresik bekerjasama dengan LPJK dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa masing-masing telah berhasil mensertifikasi 2.400 tukang di Jawa dan Bali melalui badan sertifikasi VEDC Malang. Pada lomba saat ini Semen Gresik bersama PU Jawa Timur mengirim utusan sebanyak 8 orang untuk mewakili Propinsi Jawa Timur. Dengan bidang lomba Tukang Kayu Perorangan, Tukang dan Mandor Kayu Kelompok terdiri 3 orang, Tukang Batu, Tukang Plumbing, Tukang Listrik, Tukang Pembesian. Ke delapan orang lulusan program Edutrain Semen Gresik tahun 2008 tersebut akhirnya mengantar Jawa Timur  sebagai juara umum di acara Lomba Tukang dan Mandor.
 
“Terima kasih Semen Gresik atas dukungannya yang sangat besar dalam acara ini,” tutur Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Man­usia Departemen Pekerjaan Umum, Sumaryanto Widayatin dalam sambutan­nya. Selain itu Sumaryanto juga menyampaikan bahwa tenaga kerja di sektor konstruksi sebanyak 5,7 juta orang terdiri dari 10 % tenaga ahli, 30 % tenaga terampil dan 60%  tenaga kurang terampil.   Dengan nilai investasi sektor konstruksi sebesar 167 triliun per tahun maka diperlukan tenaga kerja yang berkompeten. Untuk itu ia menghimbau peran pembina dan masyarakat jasa konstruksi untuk senantiasa meningkatkan motivasi tenaga terampil agar kualitas pekerjaan menjadi baik dengan jalan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja. “Dengan peningkatan SDM  tenaga kerja maka diharapkan akan ada peningkatan tenaga terampil dari 30 % menjadi 60 %,” imbuhnya.
 
Seremoni pembukaan yang cukup khidmat digelar di Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya manusia. Hadir dalam seremoni tersebut, petinggi Departemen Pekerjaan Umum, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi, Asosiasi Perusahaan, Asosiasi Profesi, Pembina Jasa Konstruksi di setiap Propinsi, praktisi, vendor dari produsen dll. Semen Gresik sebagai sponsor diwakili oleh Sentot, Kasi Wilayah Jabar, DKI dan Banten dan Erwan, Area Manajer wilayah DKI.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy