Marching Band Berusia Seperempat Abad Menuju Prestasi Gemilang

Hujan mengguyur sebagian kota Gresik kamis malam lalu (10/11) anggota senior Marching Band Semen Gresoik (MBSG) kelompok horn line (alat tiup) dan battery (alat pukul) bergegas menyelamatkan peralatan mereka dengan membawanya masuk ke Wisma A. Yani di jalan Veteran Gresik.

Sambil menunggu hujan reda, mereka bercengkrama. Sementara itu, kelompok color guard yang berjumlah 26 muda-mudi terus berlatih di dalam gedung pertemuan yang bisa menampung seribu lebih tempat duduk tersebut.

Andi Hasan selamat, pelatih kepala di komunitas yang menjadi anak binaan Biro Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Semen gresik itu, terus melatih gerakan para anggota pembawa bendera dengan diiringi musik. Bapak dua anak berusia 33 tahun tersebut terlihat belum puas terhadap gerakan anggota colour guard  yang masi  belum rancak.

Begitu hujan mulai reda , setiap kelompok kembali latihan. Kelompok Horn Line langsung menuju halaman depan gedung. Kelompok Batteray dan Pitts Instrumen di bagian belakng gedung. Colour Guard tetap didalam gedung.

Sekitar Serjam, mereka berlatih sendiri sesuai kelompok masing-masing. Setelah itu, mereka mereka berlatih bersama didalam gedung . “ Ini latihan hari pertama,”  ujar mantan pelatih Marching band PT Pupuk Kalimantan Timur(Kaltim) itu.

Kamis malam itu, mereka berlatihuntuk persiapan tampil dalam acara Surabaya Juang. Komunitas tersebut diminta langsung oleh wali Kota SurabayaTri Rismaharini untuk menyemarakan acra yang akan digelar hari minggu (13/11) itu. Acara dimulai pukul 13.00 dari Tugu pahlawan hingga Taman surya.

Undangan tersebut baru mereka terima pada pada 8 November 2011 petang. Malam itu juga Kepala Biro Bina Lingkungan SG Eko Honeng mengontak Eko Prasetyo yang dikenqal dengan “ bapak “ MBSG untuk mempersiapkan diri.

Iwan – panggilan Setiawan Prasetyo kemudian menghubungi Andi Hasan Selamat, pelatih kepala MBSG. “ malam itu juga langsung aku posting via facebook, jadwal latihan mulai kamis hingga sabtu,” terang Andi.

Latihan pertama pada kamis malam mulai pyukul 19.30. Biasanya, setiap latihan membutuhkan waktu 2-3 jam. Tetapi malam itu molor.

Andi mengancam tidak akan membubarkan latihan walau sampai dini hari. “ kalau malam ini masih belum singkron, latihan akan kami teruskan hingga pagi,” ancam andi.

Ancaman andi membuat personel MBSG terpacu lebih serius. Mereka ahirnya bisa memainkan sejumlah lagu yang bakal didemonstrasikan pada acara Surabaya Juang. Andi merasa puas. “ Alasan latihan kurang dan lainya masyarakat tidak mau tahu. Karena selama ini, masyarakat hanya mengetahui Marching Band Semen Gresik adalah group marching band terbaik di Indonesia,” argumenya

Dalam acara Surabay Juang Minggu hari ini , mereka membawakan tujuh lagu  dalam bentuk defile. Tujuh lagu itu, antara lain, Bendera,Gebyar-Gebyar, Surabaya dan bangun pemuda-pemudi. Selain itu, komunitas tersebut akan membawakan sejumlah lagu dalam bentuk konser (pertunjukan). Di antaranya, cinta Indonesia, Indonesia pusaka, dan obher ture.

MBSG beranggota pelajar SMP,SMA, Mahasiswa dan pegawai. Mereka bersala dari sejumlah pelajar atau mahasiswa , mulai dari gresik, Sidoarjo,Surabaya,Lamongan, bahkan Malang. Komunitas itu terbagi dalam dua kelompok, yakni junior dan senior.

Menjadi anggota komunitas tersebut tidak gampang, mereka harus lolos audisi yang dilaksanakn setiap juli.

Setiap audisi biasanya diikuti sekitar 300 peserta. “ Tidak ada batasan umur. Mulai SD kelas IV hingga usia tidak terhingga. Meski tua, asal lolos audisi, bisa masuk,” jelas iwan, staf biro manajemen kinerja dan anggaran PT Semen Gresik.

Komunitas yang menjadi binaan SG membebaskan iuran kepada anggotanya. Semua peralatan marching band disediakan perusahaan yang 51 persen sahamnya dikuasai pemerintahan itu. “ Anggota cukup mematuhi aturan komunitas,” katanya.

 

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy