Tanpa mengharapkan dividen, analis menilai, investor juga bisa menggali untung dari proyeksi peningkatan kinerja Semen Gresik.
Para pemegang saham PT semen gresik Tbk (SMGR) bakal kecipratan rezeki ekstra. Produsen semen plat merah ini berencana membagikan dividen sebesar 50% dari total laba bersih 2009 yang di proyeksikan Rp 3,3 triliun. Artinya, dividen tahun buku 2009 sebesar Rp 1,65 triliun. Presentase ini sama dengan dividen tahun 2008.
Semen Gresik akan meminta restu atas rencana ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham. “Jadwalnya masih lama, yang pasti sudah dua tahun terakhir ini SMGR menbagikan 50%,” ujar Sekretaris Perusahaan SMGR, Sunardi Prionomurti.
Memang, hingga kini SMGR belum melansir laporan keuangan 2009. Agung Wiharto, Kabag Hubungan Investor SMGR, menjelaskan, SMGR akan melansir kinerjanya sebelum 30 maret 2010. Para analis melihat, tawaran dividen SMGR masih cukup menarik. Sony John, analis Samuel Sekuritas Indonesia, menghitung, SMGR bisa memberikan dividen yield sebesar 2,8%.
Analis E-Trading Securities Isfhan Helmy Arsad, berpendapat, dengan asumsi laba bersih Rp 3,2 triliun, SMGR bisa menebar dividen Rp 250 per saham. Helmy bahkan menghitung, dividen yield SMGR mencapai 4%.
Ekspansi kencang
Menurut Sonny, tanpa harus menebar dividen, sejatinya, saham SMGR tetap layak diburu. “Memang, Semen Gresik masih membutuhkan dana ekspansi pembangunan pabrik baru,” ujarnya. Karenanya, jika jatah dividen dari laba bersihnya dipakai untuk kebutuhan belanja modal, itu justru akan menggenjot kinerja semen gresik. Alhasil, dalam jangka panjang, saham SMGR masih tetap menarik.
Sebagai pemimpin pasar yang menguasai 45% pasar domestik, SMGR memang berencana menggenjot kapasitas produksinya. Emiten ini berniat membangun dua pabrik baru di tonasa dan tuban. “Ini untuk mengamankan pangsa pasar di jawa maupun luar jawa,” ungkap isfan.
Tahun ini, SMGR memproyeksikan penjualannya naik 6% dibanding tahun lalu, yang sekitar 17,8 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 17,2 juta ton menyasar pasar dalam negeri dan sisanya di ekspor.
Bisnis SMGR bukan tanpa hambatan. Misalnya, pemerintah akan akan menaikan tariff dasar listrik yang bias menbuat biaya produksi meningkat. Tapi, SMGR tidak terlalu merisaukannya. Sebab komponen listrik menjadi faktor kedua yang mempengaruhi biaya produksi SMGR. “Kontribusi listrik dalam komponen biaya hanya 16%.” Ujar Agung fackor utama adalah batu bara yang mencapai 26% dari total biaya produksi.
Namun, Sonny melihat, mungkin, SMGR akan menaikan harga jual semen tahun ini. “Kami estimasi SMGR bisa menaikan harga jual produknya di atas 8%.” Ujar dia. Agung tidak membantah predikat tersebut. Hanya saja, ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Antara lain biaya produksi, daya beli masyarakat, dan persaingan di industri semen.
Berdasar prospek bisnisnya, Sonny melihat, prospek saham SMGR masih cerah. Apalagi, harga saham emiten ini terbilang cukup murah, dengan Price Earning Ratio (PER) 13 kali. Dibandingkan dengan PER saham Indocemen (INTP) yang 14,7 kali dan PER PT Holcim Indonesia (SMCB) yang sebesar 17,8 kali.
Selain itu, semen gresik memiliki jaringan luas. “Mereka memmpunyai tiga pabrik semen, yakni Padang, Gresik dan Tonasa,” ujar Ishfan. SMGR diuntungkan lantaran pempunyai pabrik yang dekat dengan pasar potensial.
Karena itu, Isfhan melihat pendapatan SMGR di 2010 bisa mencapai Rp 15,6 triliun atau naik 9,1% dari estimasi pendapatan tahun lalu yang Rp 14,3 triliun. Adapun laba bersih SMGR di 2010 bisa tumbuh 15% jadi Rp 3,6 triliun.
Estimasi Analis Mega Kapital Indonesia, Mino, tak jauh berbeda. Dia menghitung tahun ini SMGR akan meraup pendapatan Rp 18 triliun atau naik 28,6% dari estimasi 2009. laba bersih juga akan melompat ke Rp 4,1 triliun, atau naik 28,12% dari estimasi 2009. Tiga analis itu menyarankan beli saham SMGR. Mino memberikan target harga Rp 8.700 per saham sampai akhir tahun. Isfhan memperkirakan harga saham SMGR bias mencapai Rp 10.000 per saham pada akhir 2010, dan Sonny meramal harga saham SMGR berpeluang menuju Rp 8.000 persaham. Kemarin harga saham emiten semen ini mencapai Rp 7.600 persaham.