Penjualan Sisa Saham Semen Gresik
Setelah memastikan pembelian sisa saham Rajawali di PT Semen Gresik Tbk (SMGR), pemerintah tidak akan menjual saham itu meski harganya sangat menguntugkan. Saham yang dibeli melalui PT Danareksa Sekuritas dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) itu akan digunakan untuk menambah kepemilikan saham pemerintah di SMGR.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, saat ini harga saham SMGR tengah dalam posisi yang sangat bagus dan berpotensi untuk terus naik. Jadi, apabila Danareksa dan PPA menjual saham yang dibeli dari Rajawali akan meraih untung besar. “Tapi saham itu tidak boleh dilepas harus tetap ditahan,” ungkap Mustafa di kantor Kementerian BUMN, Jumat (14/5)
Saham yang dibeli dari Rajawali sebanyak 1,25%, lanjut Mustafa, akan digunakan untuk menambah kepemilikan saham pemerintah di SMGR. Saat ini, pemerintah merupakan pemilik saham mayoritas dengan penguasaan 51,01% saham di perusahaan produsen semen itu.
Namun, Sekretaris Perusahaan PPA Reny Rorong mengatakan, transaksi pembelian saham itu merupakan transaksi komersial biasa. Jadi, PPA bisa menjual saham tersebut jika harganya menguntungkan. “Saya rasa tidak masalah untuk menjual lagi kalau memang menguntungkan,” katanya.
Hanya saja Reny akan mengecek terlebih dahulu ihwal larangan menteri BUMN untuk menjual sisa saham SMGR tersebut. Ia menuturkan, saat ini transaksi jual beli saham dengan pihak Rajawali sudah memasuki tahap akhir. PPA mengaku sudah menyiapkan dana internal untuk membeli saham tersebut.
Sesuai kesepekatan, harga pembelian sisa saham itu akan sesuai dengan harga jual 23,65% saham Rajawali di SMGR yang dilepas di level Rp 7.000 per saham. Jadi untuk membeli saham 1,25% saham tersebut, Danareksa dan PPA membutuhkan biaya sekitar Rp 520 miliar.
Pada Jumat (14/5), saham SMGR ditutup pada harga Rp 8.250 per saham. Jadi, jika dihitung dari harga pembelian dari Rajawali, PPA dan Danareksa berpotensi untuk mendulang untung besar jika mereka melegonya ke pasar. Sekadar informasi, dari penjualan 23,65% sahamnya di SMGR, Grup Rajawali meraih fulus Rp 9,8 triliun.