Dengan fundamental yang solid plus kondisi ekonomi yang makin baik,
sembilan bulan ke depan harga saham PT Semen Gresik (SMGR) diprediksi
naik 22%. Cocok bagi investor jangka panjang.
Meroketnya saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) belakangan ini patut disyukuri. Paling tidak, maraknya aksi beli oleh investor tidak hanya membuat harga saham di bursa ikut terangkat. Lebih dari itu, banyaknya dana yang masuk ke bursa juga memberi sinyal bahwa kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia mulai pulih.
Tapi, di tengah penguatan saham, tidak lalu investor mengurangi kewaspadaannya. Biar bagaimanapun, dana yang ada di pasar modal adalah uang panas yang bisa berpindah cepat. Artinya, kemungkinan terjerembapnya harga saham-saham di bursa masih cukup tinggi. Makanya, agar tidak terjebak dalam permainan sesaat, ada baiknya investor lebih memilih saham berkinerja bagus. Salah satunya saham semen.
Keyakinan adanya pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tahun depan, plus peningkatan pembangunan di sektor infrastruktur, membuat konsumsi semen bakal meningkat.
Itu sebabnya, untuk jangka panjang, para analis yakin saham semen akan mendatangkan keuntungan. Nah, SMGR termasuk yang dianjurkan untuk dikoleksi. Alasannya, fundamental SMGR terus memperlihatkan prestasi yang mencorong.
Tahun lalu, Gresik berhasil membukukan volume penjualan 17,1 juta ton dengan nilai Rp14,4 triliun atau 18% lebih tinggi dibandingkan 2008. Perusahaan ini juga berhasil meningkatkan efisiensi, sehingga laba bersihnya meningkat 32% menjadi Rp3,3 triliun.
Dengan kondisi fundamental yang cukup solid plus peluang bisnis yang semakin terbuka lebar, para analis yakin saham berkode SMGR ini akan terus merangsek naik.
Analis dari Kresna Securities memperkirakan, SMGR bakal menembus level Rp9.100 per lembar sebelum akhir 2010. Jika Kamis (01/04/2010) saham ini ditutup pada harga Rp 7.850, berarti sembilan bulan ke depan harganya bakal naik 22% lebih.
Itu sebabnya, ia menyarankan agar investor mengoleksi saham ini untuk jangka panjang. “Komitmen perintah untuk mendukung pembangunan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan industri semen. Karena itu, kami rekomendasikan beli,” katanya.