Mengukur Potensi Industri Semen Nasional

Industri semen diyakini tetap akan tumbuh seiring membaiknya ekonomi dan semakin gencarnya proyek-proyek pembangunan. Sepanjang tahun ini, konsumsi semen nasional diperkirakan tumbuh 6%-8% menjadi 41 juta ton. Proyeksi itu berdasarkan, antara lain membanjirnya proyek konstruksi dan infrastruktur yang sempat tertunda pada tahun lalu.

Selain itu, proyek properti pada tahun ini mulai menggeliat seiring membaiknya daya beli masyarakat. Hal ini juga didukung oleh rendahnya suku bunga kredit dan penguatan nilai tukar rupiah. Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) mencatat, saban tahun Indonesia membutuhkan rumah baru sebanyak 800.000 unit.

Analis AAA Securities, Herman Koeswanto, bilang, sebanyak 80% konsumsi semen nasional diserap sektor properti. Adapun proyek infrastruktur menyerap 20% dari total konsumsi semen.

Melihat besarnya permintaan semen, produsen bubuk abu-abu ini tentu akan mengerek target produksi dan penjualannya. Teguh Hartanto, analis Bahana Securities, melihat para produsen semen akan menggenjot produksinya agar dapat mengimbangi permintaan semen.

PT Semen Gresik Tbk (SMGR), misalnya, tahun ini menargetkan penjualan semen naik 6% menjadi 19,5 juta ton. Emiten semen lainnya juga tak mau ketinggalan mengerek penjualannya.
 
Semen Gresik (SMGR)

Divestasi saham SMGR milik Rajawali akan menambah saham yang beredar dari 24% menjadi 49%. Price earning ratio (PER) SMGR hanya 10,9-13,5 kali. Bandingkan dengan PER SMCB 17,2 kali.

Rekomendasi: Beli, Target harga: Rp 10.100
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy