Hasil Produksi Semen Gresik Group Meningkat Sampai 2%

Krisis global ternyata sangat berdampak pada produksi semen di Indonesia. Selama tahun 2009, produksi semen dalam negeri mengalami penurunan sampai 3 persen dibanding tahun sebelumnya. Demikian diungkapkan Kepala Divisi (Kadiv) Humas PT Semen Gresik (SG) Saifuddin Zuhri, Selasa (15/12).

Kendati demikian, menurut Saifuddin, hasil produksi PT Semen Gresik Group mengalami peningkatan sampai 2 persen pada tahun 2009. “Pada semester pertama 2009 kita memang mengalami penurunan produksi. Namun, di semester kedua ini dampak krisis global itu bisa dilewati. Hasilnya, hingga akhir tahun ini hasil produksi kita mengalami peningkatan sampai 2 persen,” ungkap lelaki yang biasa disapa Pak Udin ini.

Sayangnya, PT SG tidak bersedia menyebutkan nominal rupiah yang berhasil diraup dari hasil yang meningkat itu. Hanya dijelaskan bahwa pada tahun 2009 ini produksi semen PT SG Group mencapai 19 juta ton dan yang dipasarkan mencapai 17,5 juta ton. Dan pada 2009 ini, market share PT SG dalam negeri mencapai 47 persen. “Dengan nilai pemasaran sekian ini, berarti kita masih punya stok semen sebanyak 1,5 juta ton pada tahun ini,” sambungnya.

Keberhasilan tersebut, katanya, lantaran letak pabrik semen milik PT SG Group berada di daerah yang strategis. “Pertumbuhan kebutuhan semen di Indonesia Timur cukup tinggi. Dan letak pabrik kita kebetulan dekat dengan itu. Karenanya pemasaran kita cukup memuaskan lantaran tidak terlalu berat dalam ongkos pengiriman,” ungkapnya. “Seandainya hanya mengandalkan jawa saja, kemungkinan besar kita juga akan mengalami minus,” tambahnya.

Mengenai kebutuhan semen pada 2010 yang bakal mengalami peningkatan drastis terkait pertumbuhan properti dalam negeri, Syaifuddin mengaku bahwa masalah itu bisa diatasi dengan melakukan pembatasan atau penghentian eksport semen. “Setiap tahun sudah terus dilakukan penurunan eksport semen. 2007 kita ekspor 2 juta ton, 2008 1,5 juta ton dan 2009 hanya 1 juta ton. Jika kebutuhan domestic mendesak, maka ekspor bisa terus dikurangai atau kalau perlu dihentikan,” ujarnya.

Sementara untuk 2010 sendiri, PT SG telah menargetkan hasil produksi lebih tinggi dari tahun ini. Yakni 19,5 juta ton. “Jika ditambah dengan pengurangan atau penghentian eksport, serta tambahan dari stok yang kita miliki saat ini, tentunya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan semen yang diperkirakan melonjak tinggi itu,” imbuhnya.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy