Miniatur Indonesia ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), miniatur kesenian Gresik ada di Anjungan Jawa Timur. Kok Bisa? Karena hari Minggu kemarin (12/7) anjungan Jatim di TMII mementaskan kesenian dari Gresik dengan tema ‘Pagelaran Tradisi Lelang Bandeng & Aneka Tari’
Meskipun kali ini tanpa arak-arakan tim dari desa Wisata menuju anjungan Jatim yang selama ini dilakukan guna menarik perhatian para pengunjung TMII namun penonton yang menyaksikan pertunjukan di anjungan Jatim tak kalah banyaknya. Sebelum pementasan, jajanan khas Gresik seperti pudak, sagu, ayas, jenang dll. disuguhkan bagi para pengunjung oleh pasangan muda-mudi, Cak & Yuk Gresik.
Pementasan awal ditampilkan kesenian tradisional pencak silat dari Sidayu yang memperagakan pesilat putri dan putra dengan jurus tangan kosong dan duel meggunakan senjata clurit lawan tongkat. Masih tetap seperti tahun lalu, tari Tayung Giri sebagai ikon tarian khas kota Gresik juga dipentaskan, kemudian diteruskan dengan tari Pudak Mayang, disambung tari Retno Suari dan tarian Pandego.
Suasana menjadi lebih hidup karena pemandu acaranya dengan dialek Gresikan adalah pasangan pelawak dari Surabaya, dan lelang bandeng di atas panggung. Adat tumpengan masih dilestarikan yang dilakukan usai acara pementasan.
Djatmiko, Kasi Bina Lingkungan Gresik saat membuka acara menyatakan, pentas kesenian tradisional ini manjadi bukti bahwa perhatian SG tidak hanya pada pembangunan fisik bangsa dan negara tetapi turut memperhatikan sisi lain dari pembangunan nasional, salah satunya dengan ikut melestarikan budaya daerah khususnya budaya kota Gresik yang hampir tidak tersentuh oleh masyarakat sekarang.
Sedangkan Wakil dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gresik, sekaligus mewakili Bupati Gresik mengucapkan banyak terima kasih kepada SG atas sumbangsihnya terutama atas kepeduliannya terhadap budaya Gresik. Ia menyatakan dari sekian banyak perusahaan yang ada di kota Gresik, hanya SG yang serius dan peduli dengan budaya lokal, kabupaten Gresik. ”Berkat SG Gresik memiliki tarian ikon kota Gresik Tayung Giri,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Faf Adisamsul Kabag PKBL menyatakan sumbangsih SG tidak hanya di bidang kesenian saja, yang kali ini memang dilakukan sebagai sarana untuk mempromosikan kesenian dari kota Gresik agar dikenal oleh masyarat luas, khususnya masyarakat ibu kota. Begitu pula di bidang olahraga misalnya bulu tangkis dan panjat tebing karena telah menunjukkan prestasinya baik di tingkat nasional maupun dunia.