Pernyataan apresiatif dan acungan jempol diberikan Meneg BUMN Sofjan Djalil kepada manajemen PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Perusahaan ini dapat dijadikan model standar pengelolaan pabrik semen dibanding pabrik semen dari korporasi lainnya di Indonesia.
Hal itu dikatakan Sofjan Djalil saat menyampaikan sambutan pada pencanangan pembangunan pabrik Tuban IV milik Semen Gresik di Kabupaten Tuban, Jatim, Kamis (20/8/2009). "Semen Gresik menjadi standar pengelolaan pabrik semen", katanya.
Penilaian itu didasarkan pada kinerja perusahaan yang terus membaik dari tahun ke tahun, baik dari perspektif kapasitas produksi, peningkatan laba bersih perusahaan, kontribusi perusahaan terhadap penerimaan negara, efektifitas dan optimalisasi program CSR, kepedulian kepada keseimbangan lingkungan hidup, dan aspek lainnya. "Kita harus memberikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran direksi dan karyawan Semen Gresik", tambahnya.
Pernyataan yang disampaikan Meneg BUMN itu tak berlebihan. Selain akan membangun pabrik semen baru di Tuban dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun dan menelan investasi Rp 3,2 triliun, Semen Gresik Group juga membangun pabrik semen baru di Semen Tonasa Sulsel. Kapasitasnya juga 2,5 juta ton per tahun dengan nilai investasi sekitar Rp 3 triliun. Di Sulsel, Semen Gresik juga membangun 2 power plant dengan nilai investasi yang cukup besar pula.
Di samping itu, kinerja korporasi ini menunjukkan trend positif dari tahun ke tahun. Pada semester I 2009 ini, Semen Gresik membukukan laba bersih sekitar 1,15 triliun. Kapasitas produksi pabrik semen di bawah Semen Gresik Group juga sangat besar. Direncanakan pada tahun 2012 mendatang, tingkat kapasitas produksi sejumlah pabrik semen di bawah payung Semen Gresik Group mencapai 25,5 juta ton per tahun.
"Khusus untuk pabrik Semen Gresik di Tuban, di tahun 2012 nanti mampu memproduksi 11,5 juta ton per tahun", kata Dirut PT Semen Gresik, Dwi Soetjipto.
Dwi menyatakan, Semen Gresik Group mengalokasikan investasi sebesar Rp 7,4 triliun untuk pembangunan pabrik semen baru di Sulsel dan 2 unit power plant di Sulsel. "Setelah dilakukan upgrading pabrik semen di Tuban sejak tahun 2008 dengan investasi Rp 1,1 triliun, sekarang pabrik semen di Tuban bisa memproduksi 9 juta ton per tahun", jelas Dwi Soetjipto.