Peran media masa dalam mensupport image perusahaan memang tetap dibutuhkan. Sebagai sebuah langkah awal di tahun 2009, untuk mensosialisasikan progress pembangunan pabrik baru kepada masyarakat, juga disampaikan secara highlight kondisi SGG sampai dengan triwulan III 2008 oleh Dirut Dwi Soetjipto di dampingi Wadirut Heru D Adhiningrat di lantai 1 GUSG (16/01/09) di hadapan wartawan berbagai media di Jakarta. Selama dua hari (16-17/01/09) sebanyak 15 wartawan dari media cetak Jakarta mengunjungi Pabrik Gresik dan Tuban. Mereka juga mendapat penjelasan singkat tentang tahapan pembangunan pabrik baru. “Pemilihan alat utama sudah dilakukan, juga tender peralatan konstruksi. Bulan depan sudah mulai detail desain,” jelas Dwi. Dwi menegaskan bahwa langkah perusahan dalam usaha menggoalkan pembangunan pabrik baru tidak akan keluar dari ketentuan pemerintah yang berlaku, dengan tetap memperhatikan aspek hukum, sosial dan lingkungan yang menjadi perhatian utama perusahaan. “Perusahaan tidak akan sembarangan masuk kalau aspek-aspek itu tidak terpenuhi,” jelasnya. “Proses Amdal sudah ditandatangani per 31 Desember 2008 oleh Gubernur Jateng sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sedangkan proses pembebasan tanah sudah sampai pada tahap validasi dokumen,” terang M Soffan Heri yang juga ikut mendampingi Dirut saat itu. Mereka juga menanyakan prospek perusahaan mengingat kondisi buruk akibat krisis keuangan yang mengawali tahun 2009. Menurut Dirut, sampai saat ini seberapa dalam dampak krisis keuangan global belum bisa diketahui secara nyata, namun dengan hitungan kasar, terutama di industri persemenan nasional dampak langsung terasa pada penjualan semen curah (ready mix). “Proyek-proyek investasi besar yang akan terganggu dalam masa krisis,” ujarnya. Ia berharap pada kondisi tersebut pemerintah akan mengalokasikan dananya untuk proyek-proyek infrastruktur sehingga diharapkan bisa mengerem dampak negatif dari penurunan permintaan semen curah yang dalam pasar nasional menempati posisi 20% pasar penjualan semen. Sedangkan pasar semen zag, seperti sektor property yang juga sedikit terimbas karena diperkirakan kredit bank di sektor ini juga akan tersendat. Namun lanjut Dwi, kebutuhan perumahan masyarakat diperkirakan masih tinggi. Mengingat jumlah penduduk masih terus bertambah, berarti kebutuhan membangun rumah akan tetap jalan, karena dalam aktivitas itu mereka menggunakan dana sendiri. Sehingga diperkirakan masih ada growth di sektor properti tersebut. “Perkiraan di 2009 masih ada growth 2-3 %,” ujarnya optimis. Selain itu SGG akan meningkatkan pasar ekspor dari 5% menjadi 10% dari tambahan kapasitas yang diperoleh dari Program Optimalisasi Produksi. Melihat dampak dari krisis keuangan global, perusahaan akan fokus berusaha mengoptimalkan dana internal dengan cara menekan seminim mungkin kebutuhan dana/ pinjaman dari luar. Perusahaan akan mereview kembali capex (belanja modal) sesuai dengan persetujuan pemegang saham yang rencananya akan digelar di akhir bulan. Dalam RUPSLB tersebut juga akan dimintakan persetujuan untuk perubahan rencana pembangunan pembangkit tenaga listrik. “Semua itu diharapkan agar kondisi SG bisa tetap kuat dan terus berkembang menghadapi krisis ekonomi global,” tegas Dwi. Dirut juga menyampaikan bahwa progress debotlenecking pada tahun 2008 telah melampaui target dari 17,7 juta ton kapasitas rencana menjadi 18 juta ton. Pada kesempatan itu juga ditanyakan tentang rencana akuisisi perusahaan di luar negeri, tentang holding SGG dan posisi buy back saham. “Buy back dilakukan bukan bertujuan untuk mencari keuntungan tetapi diharapkan dapat menunjukkan kepada para investor bahwa secara fundamental perseroan masih kuat, berarti harga pasar saham yang cenderung turun itu yang tidak logis,” tegas Dwi. Acara yang dihadiri oleh Kadiv Komunikasi, Jajaran Humas dan Jajaran Protokol tersebut memandu tamu media: The Jakarta Post, Jurnal Nasional, Dowjones, Antara, Koran Tempo, Koran Kontan, Bisnis Indonesia, Detikcom, Seputar Indonesia, Investor Daily, Republika, Bloomberg, Media Indonesia, Kompas, Rakyat Merdeka. Pada 17 Januari 2009 berkunjung ke Pabrik Tuban dan UKM Binaan SG pengrajin Enceng Gondok di Lamongan.