Semen Gresik Foundation (SGF) Buka 6 Pendidikan Pra Sekolah Di Daerah Keluarga Miskin

PT Semen Gresik (Persero) melalui Semen Gresik Foundation bakal membuka 6 lokasi baru kegiatan pra sekolah dengan model komprehensif. Bentuknya semacam Taman Kanak Kanak non formal, Tujuannya untuk menyukseskan program Pendidikan Anak Dini Usia (PAUD),  sebuah pendidikan holistk berbasis karakter.

Model ini sudah diterapkan di lebih 600 lokasi prasekola Semai Benih Bangsa di Jakarta, Depok, Tegal, Sukabumi, Aceh Utara dan Papua. Model ini cocok diterapkan di daerah miskin atau paska bencana. Sebuah model yang bukan hanya memberikan rasa aman dan nyaman pada anak, tapi juga menciptakan atmosfir yang baik guna merangsang minat  belajar anak.

Saat ini melalui Semen Gresik Foundation sebagai salah satu pelaksana CSR pendidikan, PT Semen Gresik telah bertindak secara nyata menyelenggarakan pendidikan formal mulai PAUD (TK dan kelompok bermain), Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama sampai dengan Sekolah Menegah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan. Sedang pendidikan formal melalui program pendidikan kewirausahaan dan pendidikan kepemudaan diselenggarakan melalui Enterpreunership Development Center (EDC) dan Youth Development Center (YDP).

Menurut Sekretaris SGF, Guntoro, ini kali SGF bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Heritage yang telah mengembangkan dan memfokuskan pada pembentukan seluruh dimensi manusia yang berkarakter. Kurikulum holistic berbasis karakter ini disusun berdasarkan kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) dan diterapkan dengan menggunakan pendekatan student active learning, developmentally appropriate practices, contextual and collaborative learning serta multiple intelegences yang semuanya dapat menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan menyenangkan, serta dapat mengembagkan seluruh aspek dimensi manusia secara utuh. “Kita rencanakan pada tahap awal 10 lokasi, namun saat ini kita coba 6 lokasi dulu,”tuturnya. Peresmiannya bakal dilakukan pada tanggal 2 Mei bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

SSB dirancang untuk keluarga miskin dengan biaya masuk yang kecil dan uang bulanan yang rendah. Ini meruapakan Taman Kanak-Kanak alternative berbasis masyarakat (menggunakan bangunan yang bebas uang sewa, garasi, teras, mesjid dll). Modelnya seperti TK Karakter. Sementara Taman Kanak Kanak Formal biasa (tidak menerapkan model pendidikan holistic berbasis karakter), dengan uang masuk relative lebih tinggi dan uang sekolah bulanan yang lebih tinggi. Hal ini tidak terjangkau oleh keluaraga miskin, sehingga keadaan social ekonomi anak-anak TK lebioh tinggi dari anak SBB dan non TK. Sementara Non TK yakni anak-anak yang tifak mampu masuk TK dan tidak ada SBB yang tersedia di lingkungan masyarakat tersebut kemudia langsung masuk Sekolah Dasar.

Adapun proses pembukaan/pendirian TK Semai Benih Bangsa meliputi beberapa langkah kegiatan:
1.    Pencarian/penetapan lokasi  SBB, yakni memilih dan menentukan lokasi sesuai dengan criteria yang ditetapkan SG dalam pengelolaan CSR Pendidikan, misalnya daerah nelayan atau daerah lain yang membutuhkan.
2.    Perekrutan dan pelatihan guru, yakni mencari guru dengan kriteria seleksi yang sesuai kemudian memberikan pelatihan intensif tentang TK SBB
3.    Penyediaan prasarana berupa lokasi TK SBB bekerjasama dengan lurah/Kades setempat, menyediakan peralatan kegiatan belajar serta memberikan bantuan biaya operasional sampai TK SBB tersebut mandiri
4.    Pembinaan kepada pengelola/guru TK SBB yang telah berdiri untuk tetap eksis dan berkembang serta mandiri.

Sementara ini ada 6 Lokasi TK SBB yang bakal direalisasi kegiatannya yakni di dukuh Gredeg, Kedungbanteng, Kec Duduk Sampeyan,  Gresik desa Sekarkurung, Kec Kebomas, Gresik. Desa  Prunggahan Kulon dan desa Bektiharjo, Kec Semanding, Tuban, desa Karanglo dan desa Mliwang, Kec Kerek, Tuban.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy