PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap memasok listrik kepada PT Semen Gresik Group (SGG) sebesar 187 MVA dengan harga jual 8,9 sen dolar AS/kwh.
Penandatanganan kerja sama yang disaksikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, antara Dirut PLN Dahlan Iskan, Dirut Semen Gresik Dwi Soetjipto, Dirut Semen Padang Widodo Santoso dan Dirut Semen Tonasa HM Sattar Taba, dilaksanakan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu. Pasokan listrik untuk tiga pabrik meliputi Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa.
Direktur Utama Semen Gresik, Dwi Sutjipto mengatakan, dalam tiga tahun ke depan tiga pabrik semen (Tuban, Gresik, Padang dan Tonasa) membutuhkan tambahan daya sekitar 187 MVA, dari daya terpasang saat ini sekitar 252 MVA.
Pasokan listrik akan dilakukan bertahap, yaitu 2010 sebesar 107 MVA, 2011 sebesar 22 MV, dan 2013 mencapai 42 MVA. Ada pun masing-masing pabrik akan dipasok meliputi Tuban sebesar 81 MVA, Tonasa 56 MVA, Padang 50 MVA.
"Dengan kerja sama ini SGG dapat lebih fokus mengelola bisnis inti untuk memproduksi semen dalam mendukung pembangunan nasional," kata Dwi seperti dikutip Antara.
Dalam skema penyediaan, PLN akan memberikan layanan dengan konsep business to business atau B to B dengan pelayanan berdasarkan Service Level Agreement (SLA) yang disepakati bersama.
Menurut Dirut PLN Dahlan Iskan, pihaknya memberikan pelayanan premium, meliputi jaminan kepastian penyambungan, jaminan tingkat ketersediaan tanpa terkena Load Curtailment (pengurangan beban bila terjadi krisis daya).
Selanjutnya, jaminan kualitas tegangan, keandalan yang tinggi dan adanya skema pinalti atas keandalan. Dengan level layanan premium, maka harga yang ditawarkan PLN itu masih lebih murah dibandingkan jika SGG membangun pembangkit listrik sendiri.
Sementara itu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, kerja sama PLN dan SGG merupakan wujud sinergi antar BUMN yang dapat menciptakan efisiensi bagi perusahaan.
"Dengan sinergi strategis antara pabrik listrik dengan pabrik semen ini, diharapkanlebih mendorong peningkatan produksi semen dari SGG dengan pengelolaan yang lebih terfokus," kata Mustafa.