Pabrik semen milik PT Semen Gresik (SG) yang berada di Tuban diperkirakan bisa menghemat biaya (cost) produksi 3 persen setiap ton setelah PT SG menggunakan batubara low kalori.
“Sekarang ini pabrik di Tuban sudah 100 persen menggunakan batu bara low kalori,” terang Direktur Utama PT SG Dwi Sutjipto saat mendampingi Menteri Perindustrian RI MS Hidayat ketika meninjau pembangunan pabrik IV PT SG di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Jumat (9/12).
Beralihnya penggunaan batubara kalori tinggi ke batubara kalori rendah merupakan langkah efisiensi yang dilakukan korporasi. Sehingga, dari penghematan berbagai lini, termasuk penggunaan batubara bisa menaikkan keuntungan perusahaan.
Sementara itu pembangunan pabrik IV PT SG hingga kini sudah mencapai 96,71 persen. Direncanakan pada awal tahun 2012 sudah bisa dioperasikan dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun.
“Kalau pabrik baru yang di Tonas pembangunannya mencapi 93,14 persen juga dengan kapasitas yang sama,” tambah Dwi Sutjipto.
Dengan beroperasinya dua pabrik baru tersebut, dipastikan PT SG (SG, Tonasa dan Padang) bisa menyumbang kebutuhan semen nasional sebanyak 25 juta ton per tahun. Kapasitas ini bakal meningkat menjadi 30 juta ton pertahun pada 2015 mendatang.