Produsen semen nasional, PT Semen Gresik (persero) Tbk tidak mengkhawatirkan serbuan produk semen asal China yang akhir-akhir ini mulai melirik pasar Indonesia.
"Terkait soal China yang mulai melirik pasar semen di tanah air, kami tidak terlalu khawatir," kata Direktur Keuangan PT Semen Gresik (persero) Tbk Ahyanizzaman di sela-sela acara khitan massal di Gresik, Minggu (3/07/2011).
Diakui Ahyanizzaman, masuknya semen China di pasar domestik ada sisi positif dan negatif. Positifnya, dengan adanya investasi asing ke Indonesia apapun bentuknya hal ini sangat berpengaruh bagi industri persemenan di tanah air. Sedangkan negatifnya, tidak mudah bagi investor asing yang bermain di industri semen langsung 'tune in' menggerogoti produsen semen dalam negeri.
"Saya tidak mudah bagi investor semen China langsung tune in sebab butuh waktu jika serius masuk ke Indonesia," tuturnya.
Kendati demikian, lanjut Ahyanizzaman, pihaknya terkait ini tetap terus memperkuat produk unggulannya termasuk mengoptimalkan Pabrik Semen Gresik di Tuban dan Pabrik Semen Tonasa di Makasar.
Diakui Ahyanizzaman, pada 2011 demand semen di tanah air bakal terus meningkat. Bahkan, sebagai bentuk kesiapannnya manajemen PT Semen Gresik akan menggenjot produksi semen di Pabrik Tuban dari semula 2,5 juta ton per tahun menjadi 5 juta ton per tahun. Tambahan produksi ini dilakukan karena diperkirakan demand semen di Jawa mencapai 2,5 juta ton dan luar Jawa sebesar 2,5 juta ton.
Disinggung mengenai investasi tambahan belanja modal atau capital expenditure (Capex) 2011 setelah RUPS. Dijelaskan Ahyanizzaman, jajaran direksi PT Semen Gresik (persero) Tbk telah menyiapkan investasi belanja modal sebesar Rp 5 triliun.
"Belanja modal ini didapatkan dari sindikasi Bank Mandiri dan internal. Sedangkan pada tahun depan jajaran direksi akan meningkatkan belanja modal antara Rp 8 hingga Rp 9 triliun untuk pembangunan pabrik semen di Sumatera dan Jawa," pungkasnya.