Jateng Pasar Potensial Semen Gresik

Manajemen PT Semen Gresik (Persero) Tbk memiliki ekspektasi tinggi untuk membangun pabrik semen di Jateng.

Direktur Utama Dwi Soetjipto mengutarakan selain tersedia deposit bahan baku cukup besar untuk dieksploitasi secara ekonomi dan tak membahayakan lingkungan, provinsi itu merupakan pasar potensial.

”Jateng menjadi medan pertarungan penting dan keras bagi pemain semen skala besar di Indonesia,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Sekretaris Perusahaan Sunardi Prionomurti menambahkan pangsa pasar Semen Gresik di Jateng dan DIY tahun 2011 mencapai 33%, kedua di bawah Indocement Tunggal Prakarsa yang menguasai 42%.

”Tetapi dengan penyelesaian pembangunan pabrik semen Tuban IV, kemungkinan besar pangsa pasar kami di Jateng bertambah bagus. Dua tiga tahun terakhir kami tak mungkin meningkatkan penetrasi pasar karena kapasitas produksi pabrik mentok,” jelasnya.

Tahun lalu, lanjut dia, tingkat permintaan semen di Jateng dan DIY mencapai 5 juta ton. Dari jumlah tersebut 1,8 juta ton dipasok Semen Gresik.

Tahun ini hingga Oktober, tingkat penyerapan semen di Jateng dan DIY mencapai 4,96 juta ton. Dipastikan konsumsi di kedua daerah pada tahun ini lebih dari 5 juta ton.

”Tingkat pertumbuhan konsumsi semen di Jateng sepanjang 2011 hingga Oktober mencapai 17%,” ujar Sunardi.

Memimpin

Hingga Oktober 2011, kata dia, tingkat konsumsi semen secara nasional mencapai 41 juta ton. Semen Gresik Group (Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa) memimpin. ‘’Hanya di Jawa untuk sementara kami kalah vis a vis Indocement Tunggal Prakarsa.

Pangsa Indocement di Jawa 40,4%, sedangkan Semen Gresik 36,3%,’’ucapnya.

Di luar Jawa, Semen Gresik memimpin dibandingkan dengan produsen semen lainnya. Di Kalimantan, pangsa Semen Gresik 48,5% dan Indocement 28,4%; di Sumatera Semen Gresik  42,6% dan Indocement 15,9%; Sulawesi Semen Gresik 60,9% dan Indocement 13,4%, Nusa Tenggara Semen Gresik 37,7% dan Indocement 36,5%, serta kawasan lain di Indonesia timur Semen Gresik 65,1% dan Indocement 16,8%.

Tahun 2011, tingkat produksi semen nasional 54,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, Semen Gresik Group 20,2 juta ton, Indocement Tunggal Prakarsa 18,6 juta ton, Holcim 8,5 juta ton, Semen Bosowa 3,8 juta ton, Semen Andalas 1,6 juta ton, Semen Baturaja 1,3 juta ton, dan Semen Kupang 0,5 juta ton.

”Tahun depan, kami perkirakan ada pasokan produksi baru sebesar 2 juta ton sehingga kapasitas produksi Semen Gresik Group bisa mencapai 22 juta ton,” kata Dwi Soetjipto.

Belum berhasil membangun pabrik semen di Kabupaten Pati, kini Semen Gresik mengalihkan perhatian untuk membangun di Rembang.

Dwi mengutarakan tahapan membangun pabrik semen di Rembang saat ini masuk fase pengujian dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Harapannya, jika tahapan itu berjalan mulus, awal 2012 mendatang ekspektasi Semen Gresik  merealisasi pabrik semen baru di Rembang bukan lagi impian.

Mengenai isu lingkungan yang dikhawatirkan membuat rencana pembangunan pabrik semen baru bergerak mundur, Dwi menjamin Semen Gresik sangat memperhatikan isu tersebut.

Semen Gresik memiliki program pantau lingkungan yang meliputi pemantauan terhadap emisi udara cerobong pabrik, kualitas udara ambien, tingkat kebisingan lingkungan, konsentrasi debu area pabrik, iklim kerja, kualitas air buangan, air badan air, air laut, dan pemantauan air bawah tanah.

 

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy