Pembangunan pabrik semen baru milik PT Semen Gresik (Persero)Tbk di Kabupaten Rembang, Jateng berpeluang meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Rembang. Sebab, hadirnya pabrik semen memberikan multiplier effect bersifat positif yang sangat banyak.
Hal itu dikatakan Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Semen Gresik, Sunardi Prionomurti kepada Suara Merdeka, Kamis (15/12). "Insya Allah kehadiran kami nanti di Kabupaten Rembang memberikan banyak manfaat kepada daerah itu berikut warganya," katanya.
Pandangan itu didasarkan pada kenyataan dan pengalaman kehadiran Semen Gresik di Kabupaten Gresik dan Tuban, Jatim. Dia mengutarakan, tingkat PAD Tuban saat pertama kali pabrik semen milik Semen Gresik operasional di daerah itu mencapai Rp 19.113.349.440 (tahun anggaran 1992/1993). 2010 PAD Tuban menyentuh angka Rp 106.369.268.224. Pemasukan itu bersumber dari operasional 3 unit pabrik semen milik Semen Gresik di daerah tersebut. "Memang yang mendongkrak peningkatan PAD Tuban tak sekadar pemasukan pajak, retribusi, dan jenis penerimaan lain dari Semen Gresik. Tapi, pemasukan dari Semen Gresik cukup signifikan," tambah Sunardi.
Dibandingkan dengan tingkat PAD Tuban 2010, pemasukan dari Semen Gresik mencapai 70% lebih. "Pemasukan ke PAD Tuban terus bertambah seiring selesainya pembangunan dan bakal operasionalnya pabrik semen Tuban IV milik korporasi di daerah itu dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun," tegas Sunardi.
Manfaat kehadiran pabrik semen tak hanya dirasakan otoritas pemerintahan dengan peningkatan nilai PAD. Sunardi mengutarakan, di tingkat masyarakat juga ada alokasi anggaran yang masuk program corporate social of responsibility (CSR). Pada tahun 2011 ini, nilai anggaran CSR Semen Gresik sebesar Rp 139,8 miliar. Anggaran CSR itu dialokasikan untuk program bina lingkungan (hibah) sebesar Rp 72,664 miliar dan program kemitraan dengan UMKM sebesar Rp 67,214 miliar. "Anggaran CSR itu terus meningkat seiring progress report keuntungan korporasi yang makin meningkat pula," katanya.
Rencananya, pabrik baru semen milik Semen Gresik nantinya berkapasitas 2,5 juta ton per tahun. Pembangunan pabrik baru ini diperkirakan menelan anggaran Rp 3,5 triliun hingga Rp 4 triliun. Sunardi mengatakan, selain perangkat primer pabrik yang harus dibangun, korporasi juga merencanakan pembangunan pelabuhan baru di kawasan Rembang.
"Pelabuhan itu mutlak, panjang dermaganya bisa mencapai 200 meter sampai 300 meter. Pelabuhan dimanfaatkan untuk proses in and out equipment mesin utama pabrik dan perlengkapan pendukung pabrik. Sebab, peralatan itu tak mungkin kami kirim melalui jalur darat yang jaraknya jauh dengan lokasi pabrik," jelasnya.