Pembangunan pabrik semen baru milik PT Semen Gresik Tbk (SMGR) di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Tuban diperkirakan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.500 orang.
Sedangkan pada masa operasionalnya, Tuban IV membutuhkan tenaga kerja sebanyak 900 orang, yakni 300 orang tenaga organik, dan 600 orang tenaga non organik.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto usai persemian pencanangan pembangunan pabik baru di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Tuban, Kamis (20/8/2009).
Non organik akan mengisi kebutuhan penambangan, pengantongan, security, dan tenaga lainnya, ungkapnya.
Ia memperkirakan, pabrik semen tersebut akan rampung dan beroperasi di triwulan I tahun 2012 mendatang. Pabrik perusahaan plat merah itu diperkirakan bisa memproduksi semen sebanyak 2,5 juta ton per tahun. Sehingga, akan menambah total produksi semen emiten berkode SMGR tersebut hingga 25 juta ton per tahun pada tahun 2012.
Secara terpisah, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil mengatakan, pemilihan lokasi pendirian pabrik semen baru di Kabupaten Tuban sangat tepat. Pasalnya, Tuban memiliki potensi bahan baku yang cukup besar.
"Tapi tolong, diperhatikan juga soal lingkungan. Lahan yang kosong di lokasi pabrik dan bekas tambang harus dihijaukan kembali", kata Sofyan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tuban Haeny Relawati meminta perseroan membuat brand Tuban dalam kemasan semen yang bakal diproduksinya nanti. Menurutnya, hal tersebut dirasa akan menguntungkan Kabupaten Tuban dalam menarik investasi.
"Saat ini sudah ada Semen Gresik dan Holcim. Sekarang yang baru proses perizinan adalah semen Bosowa", katanya.
Ia menambahkan, sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jatim, Kabupaten Tuban menjadi wilayah industri kimia dasar. Apalagi, Tuban juga mempunyai pantai dengan panjang 65 km yang sangat cocok untuk pelabuhan.
"Infrastruktur jalan lebih 2.000 km sudah dibangun hotmix", tegasnya.