Pangsa pasar PT Semen Gresik Tbk (SMGR) per kuartal III/2009 naik menjadi 45,6% dari 44% periode sama tahun lalu seiring kuatnya kinerja perseroan.
Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto mengatakan, permintaan semen perseroan selama periode tersebut meningkat 0,2% (year on year/yoy), berlawanan dengan permintaan semen nasional yang turun 4,9%. ”Selama kuartal III/2009, permintaan dalam negeri justru naik sebesar 0,2%. Ini menyebabkan pangsa pasar kami meningkat selama periode tersebut,” ujarnya di Jakarta kemarin.
Peningkatan permintaan, menurut Dwi,banyak berasal dari daerah yang tidak terjangkau seperti Sulawesi.Pasar itulah yang mampu memberi nilai tambah bagi perseroan. Peningkatan permintaan tersebut membuat penjualan Semen Gresik tumbuh 18,3% menjadi Rp10,4 triliun dibandingkan kuartal III/2008 sebesar Rp8,798 triliun.
Sementara laba bersih naik 34,4% (yoy) menjadi Rp2,4 triliun dari sebelumnya Rp1,79 triliun. ”Selain karena penjualan, peningkatan laba bersih juga disebabkan efisiensi biaya serta optimalisasi produksi,”jelas Dwi. Efisiensi tercermin dari peningkatan laba usaha sebesar 27,7% menjadi Rp3,059 triliun dari sebelumnya Rp2,396 triliun meski beban pokok membengkak menjadi Rp5,64 triliun dari sebelumnya Rp5,01 triliun.
Melihat hasil tersebut, Dwi optimistis perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan di atas 20% yang telah dicatatkan selama lima tahun terakhir.Dengan asumsi pertumbuhan di atas 20%, pendapatan Semen Gresik hingga akhir tahun diperkirakan Rp14,65 triliun dengan laba bersih Rp3 triliun. Tahun lalu perseroan membukukan pendapatan Rp12,21 triliun dengan laba bersih Rp2,52 triliun.
”Kami harapkan bisa mempertahankan pertumbuhan di atas 20% walau pada Oktober perseroan mengalami gangguan penjualan dan produksi akibat gempa,” tutur Dwi. Pada 2010 perseroan memperkirakan permintaan semen nasional bisa tumbuh 5-6%. Sementara hingga akhir tahun,permintaan semen nasional diperkirakan stagnan atau minus 1%.
Menurut Dwi, perseroan terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya dari tahun ini sebesar 18,2 juta ton menjadi 25 juta ton per tahun pada 2012.Semen Gresik tengah menyelesaikan dua pabrik baru yaitu Tonasa dan Tuban. Pabrik Tonasa diperkirakan rampung pada 2011 dan memberi tambahan kapasitas sebesar 2,5 juta ton. Sementara Pabrik Tuban diharapkan selesai pada kuartal I/2012 dengan kapasitas 2,5 juta ton.
Direktur Keuangan Semen Gresik Cholil Hasan mengatakan, pembangunan dua pabrik tersebut berjalan sesuai yang diharapkan. Untuk dua pabrik tersebut, dana pembangunannya mencapaiUSD784 juta,termasuk pembangunan pembangkit listrik untuk pabrik Tonasa. Pendanaannya menggunakan dana kas internal dan pinjaman sindikasi yang dipimpin Bank Mandiri senilai Rp3,5 triliun.
Cholil juga menjelaskan bahwa perseroan meraup keuntungan (gain) sebesar Rp413 miliar dari hasil penjualan kembali saham yang dilakukan pada Oktober lalu. Analis BNI Securities Maxi Liesyaputra melalui risetnya mengatakan, Semen Gresik berhasil meningkatkan margin usahanya dengan melakukan efisiensi berkelanjutan. Dengan kinerja yang terus meningkat, Maxi memperkirakan penjualan akhir tahun akan mencapai target pertumbuhan di atas 20%.Maxi memproyeksikan laba bersih bisa melebihi level Rp3 triliun.