Pasar Semen Hanya Akan Tumbuh 6%

04 Januari 2012

Proyek infrastruktur bisa imbangi dampak krisis Eropa

Pertumbuhan penjualan semen domestik diperkirakan melambat dari 18% pada 2011 menjadi hanya 6% pada 2012. Selain akibat siklus tahunan,perlambatan itu dipengaruhi oleh penundaan sejumlah proyek sebagai dampak krisis utang Eropa.

Ketua Umun Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Trimuryono mengatakan penjualan semen pada 2012 diperkirakan mendekati 50 juta ton atau tumbuh 6% dibandingkan dengan pencapaian 2011.

"Penjualan semen 2012 hanya akan tumbuh 6% setelah melonjak 18% pada 2011. Kondisi ini karena siklus tahunan. Selama 10 tahun terakhir, ketika 1 tahun tumbuh dua digit, biasanya tahun berikutnya hanya tumbuh satu digit," katanya kemarin. Pada 2011, paparnya, volume penjualan semen meningkat menjadi 47 juta ton dari 40 juta ton pada tahun sebelumnya.

Selain siklus tahunan, lanjut Urip, permintaan semen pada 2012 akan dipengaruhi oleh dampak krisis ekonomi di Eropa. Menurutnya,krisis di kawasan euro itu bisa mempengaruhi arus investasi yang berhubungan dengan proyek properti dan infrastruktur.

Namun, dia optimis ancaman krisis tersebut bisa dikompensasi oleh kenaikan konsumsi semen yang didorong oleh proyek masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Semoga anggaran pemerintah bisa terserap secara maksimal,MP3EI bisa dorong pertumbuhan hingga keluar Jawa," katanya.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementrian Perindustrian Panggah Susanto mengharapkan penjualan semen pada 2012 bisa meningkat setara dengan pertumbuhan ekonomi. "Kalau pertumbuhan ekonomi 6,7% seharusnya konsumsi semen bisa sampai 10%, bergantung pada sektor mana yang didorong," ujarnya

Realisasi investasi

Kenaikan permintaan semen, kata Panggah, akan dipacu oleh peningkatan kapasitas produksi industri semen nasional seiring dengan realisasi investasi pembangunan pabrik baru. Dia mengungkapkan pada 2012, PT Semen Tonasa dan PT Semen Gresik akan menambah kapasitas produksi, sementara pabrik milik PT Lafarge Indonesia di Nanggroe Aceh Darussalam diperkirakan segera beroperasi penuh.

Selain itu, tuturnya, akan ada penambahan kapasitas melalui investasi badan usaha milik negara dari China, yakni China Anhui Conch Company Ltd, di Kalimantan Selatan yang saat ini masih terkendala masalah lahan. Grup Semen Gresik juga dikabarkan akan membangun pabrik semen di Kalimantan Timur pada 2012.

Urip memperkirakan produksi semen pada 2012 akan mencapai 48 juta ton, lebih tinggi 5 juta ton dibandingkan dengan produksi 2011 sebanyak 43 juta ton. "Bahan baku di dalam negeri tersedia, tetapi harganya memang belum terlihat akan seperti apa pada 2012," katanya.

Data Kemenperin menunjukkan kapasitas terpasang sembilan perusahaan semen domestik pada 2011 mencapai 52,5 juta ton. PT Semen Gresik Tbk, yang terdiri dari PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa dan PT Semen Padang, merupakan produsen terbesar dengan kapasitas terpasang 20,2 juta ton per tahun.

Dua produsen besar lain adalah PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk yang berkapasitas produksi 18,6 juta ton per tahun dan PT Holcim Indonesia Tbk yang mampu memproduksi hingga 8,5 juta ton per tahun.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy