Pasar Semen Melesat 13%

Penjualan semen domestik sepanjang Januari 2010 melesat 13,3% menjadi 3,362 juta ton dibanding Januari 2009 sebanyak 2,968 juta ton. Lonjakan penjualan disebabkan redanya tekanan krisis finansial global terhadap perekonomian nasional.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono menjelaskan, tren penurunan suku bunga kredit membuat kalangan pengembang melanjutkan proyek-proyek properti yang sempat tertunda akibat krisis. Selain itu, pengembang kian agresif dalam mengerjakan proyek baru. “Januari tahun lalu dampak krisis sangat terasa sekali ke pasar semen. Perbankan enggan mengucurkan kredit karena kesulitan likuiditas. Ini berimbas pada tertahannya pengerjaan proyek properti yang memangkas penjualan semen,” ujarnya di Jakarta.

Urip melanjutkan, di samping agresivitas kalangan pengembang, pasar semen terdongkrak dari proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Berdasarkan penelusuran Investor Daily, total proyek infrastruktur pemerintah pada 2010 ditaksir sekitar Rp 94 triliun. Selama ini, kata Urip, penjualan semen domestik didorong oleh proyek properti swasta dan proyek infrastruktur pemerintah. Berdasarkan data ASI, pertumbuhan konsumsi semen tertinggi terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar 50% menjadi 218 ribu ton, disusul Jawa Timur sebesar 40% menjadi 506 ribu ton. Namun, konsumsi semen tercatat menurun 4,4% di Sulawesi menjadi 220 ribu ton.

Urip belum dapat memastikan apakah pertumbuhan penjualan akan tetap berada di atas 10% hingga akhir tahun ini. Sejauh ini, ASI menargetkan konsumsi semen tumbuh 6% tahun ini dibanding 2009 sebesar 38,416 juta ton. “Niat kalangan perbankan menurunkan bunga KPR (kredit pemilikan rumah) dipastikan akan membuat pasar semen bergairah,” ujarnya.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), salah satu bank yang fokus pada kredit perumahan, akan menurunkan suku bunga KPR sebesar 50 basis poin mulai 1 Maret 2010. Dengan adanya penurunan tersebut, suku bunga rata-rata KPR BTN menjadi sebesar 11,25%. “Kami memang cukup agresif menurunkan suku bunga. Awal Maret mendatang, suku bunga kami memang turun namun bervariasi ada yang turun hingga 150 bps. Namun, rata-rata untuk KPR penurunannnya dari 11,75% menjadi 11,25%," kata Direktur Treasury BTN Saut Pardede.

Ekspor Terpuruk

Di sisi lain, kinerja ekspor semen nasional hingga kini belum mampu bangkit dari keterpurukan. Data ASI menyebutkan, ekspor semen sepanjang Januari 2010 anjlok 36% menjadi 127.637 juta ton.

Terkait penurunan ini, Urip Timuryono menyatakan, fokus produsen semen nasional adalah memenuhi kebutuhan domestik. Pebisnis akan menurunkan volume ekspor ketika pasar domestik meningkat “Tahun ini belum ada pabrik semen berkapasitas besar yang beroperasi, sehingga dari segi kapasitas hanya bertambah sedikit. Ini membuat pabrikan konsen memenuhi pasar domestik,” tegasnya.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy