Pasar Semen Melambung 22%

Pasar semen nasional sepanjang Desember 2009 melambung 22,4% menjadi 3,82 juta ton dibanding bulan sama 2008 sebesar 3,12 juta ton. Ini merupakan peningkatan penjualan ketiga berturut-turut sejak September 2009.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono menerangkan, sebagian pengembang mempercepat pengerjaan proyek pada Desember untuk menghabiskan sisa anggaran. Hal ini juga dilakukan oleh pemerintah yang tengah mengerjakan proyek infrastruktur.
 
“Jadi meski banyak hari libur pada Desember, proyek-proyek yang menyerap semen tetap dilakukan. Mereka takut sisa anggaran akan hangus jika tidak dihabiskan,” katanya di Jakarta, Rabu (13/1).
 
Selain faktor itu, Urip melanjutkan, cuaca pada Desember masih kondusif untuk melakukan aktivitas pembangunan. Curah hujan, kata Urip, baru tinggi memasuki Januari.
 
Lonjakan penjualan pada Desember membuat total pasar semen nasional sepanjang 2009 mampu naik 0,9% menjadi 38,41 juta ton dibanding 2008 sebesar 38,07 juta ton. Angka ini melampaui proyeksi awal produsen semen yang menaksir pasar bakal terpangkas 1%.
 
Urip menilai, pasar semen sempat terpukul krisis finansial global hingga semester pertama 2009. Pada periode itu, pasar semen tercatat turun 8% karena tingginya suku bunga bank yang mendorong pengembang mengerjakan proyek. Namun pada paruh kedua, pasar semen mampu bangkit dengan membukukan pertumbuhan 9%.
 
Hal ini, kata Urip, dipicu kian membaiknya perekonomian nasional ditandai dengan makin rendahnya suku bunga. Kondisi ini merangsang pengembang untuk mulai mengerjakan proyek-proyek besar. Di samping itu, stimulus infrastruktur pemerintah sebesar Rp 12,2 triliun mulai cair pada semester kedua.
 
“Semua faktor ini membuat penjualan semen akhirnya ditutup dengan pertumbuhan positif pada tahun lalu,” jelasnya.
 
Namun, peningkatan penjualan tidak dialami sektor ekspor. ASI mencatat, ekspor semen pada 2009 merosot 25% menjadi 4 juta ton dibanding 2008 sebesar 5 juta ton. Kondisi ini dipicu pelemahan permintaan di negara-negara tujuan ekspor Indonesia.
 
Berdasarkan kalkulasi ASI, total penjualan semen nasional (ekspor dan domestik) tahun lalu mencapai 42,416 juta ton, turun 1,4% dibanding realisasi  2008 sebesar 43,021 juta ton.
 
Tambah Kapasitas

Urip memprediksi tren penguatan pasar semen pada paruh kedua akan berlanjut pada tahun ini. ASI memprediksi pasar semen berpotensi tumbuh 6% pada 2010 didorong oleh stabilnya kondisi perekonomian.
 
Sejalan dengan itu, kalangan produsen semen memutuskan menambah kapasitas produksi untuk mengantisipasi pertumbuhan pasar. “Semen Gresik juga akan tambah kapasitas 500 ribu ton, sehingga total kapasitas menjadi 19,5 juta ton,” ujar Investor Relations PT Semen Gresik Tbk Agung Wiharto.
 
Total kapasitas terpasang industri semen nasional pada 2009 mencapai 49,4 juta ton, naik dari posisi 2008 sebesar 46,6 juta ton.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy