Pasar Apresiasi Kinerja Emiten Semen

Semen Gresik kantongi laba bersih Rp 3,63 triliun

Pasar memberikan respons positif terhadap kinerja dua emiten semen yang telah merilis laporan kinerja keuangannya untuk tahun buku 2010, dengan melakukan aksi beli pada saham tiga emiten yang ada di sektor tersebut.

Ditengah indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mengalami koreksi pada perdagangan kemarin, saham tiga emiten semen yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia justru ditutup menguat.

Saham PT Semen GResik Tbk ditutup menguat 2,37% menjadi Rp 8.650 dari Rp 8.450 pada hari sebelumnya. perusahaan semen yang juga berstatus sebagai badan usaha milik negara ini, merilis kinerja keuangannya kemarin.

Sepanjang tahun lalu, Semen Gresik membukukan laba bersih Rp3,63 triliun atau naik 9,2% dibandingkan dengan Rp 3,33 triliun pada sebelumnya, dengan pendapatan yang justru tipis menjadi Rp 14,34 triliun dibandingkan dengan Rp 14,39 triliun di 2009.

Head of Research PT Universal Broker Satrio Utomo menilai prospek kinerja emiten semen masih menarik untuk dicermati, mengingat permintaan semen yang masih margin yang tetap tinggi.

"Kinerja yang positif itu didorong oleh proyek infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Ekspektasi pasar terhadap emiten semen cenderung baik, terutama Semen Gresik dan Indocement yang baru merilis kinerja keuanganya,"ujarnya kemarin.

Positifnya laporan kinerja sepanajang tahun lalu juga turut memberikan optimisme terhadap pasar terhadap pencapaian emiten semen pada kuartal I tahun ini, ditambah lagi permintaan semen yang tinggi ditengah pasokan yang masih minim.

Tahun ini, permintaan semen di perkirakan mencapai43,6 juta ton atau sekitar 7%.

Seperti diketahui, konsumsi semen domestik pada tahun lalu mencapai 40,8 juta ton, tumbuh 6,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut Satrio, saham sektor semen masih prospektif. Hal ini sejalan dengan target pemerintah yang menggenjot sektor infrastruktur dalam 5 tahun ke depan. hingga 2012, investasi di sektor tersebut mencapai Rp 1.300 triliun.

Naikkan Kapasitas

 Analis Waterfront Securities Isfan Helmy Asad menambahkan meningkatnya permintaan semen mendorong sejumlah produksi semen meningkatkan utilisasi (tingkat pemakaian) kapasitas produksi.

"Utilisasi Grup Semen Gresik telah melampaui 95%," katanya. Dia menyebutkan kapasitas terpasang Semen Gresik pada tahun ini telah mencapai 19,5 juta ton per tahun.

Untuk menghadapi lonjakan permintaan, Semen Gresik tengah dalam proses pembangunan pabrik baru.

Anak usaha Semen Gresik yakni PT Semen Tonasa, juga tengah membangun pabrik baru. "Kalau pabrik Tonasa ini selesai, kami perkirakan tahun depan produksi bisa naik sekitar 5,1%," jelasnya.

Indocement juga tidak mau ketinggalan. perseroan menggelontorkan dana sekitar US$50 juta untuk membangun mesin penggilingan semen (vement mills) berkapasitas 1,5 juta ton di Cirebon. ini akan membuat kapasitas produksi Indocement menjadi 18,6 juta ton per tahun.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy