Pasar semen tumbuh 17,7%

Sejumlah pabrik tambah kapasitas produksi

Penjualan semen di dalam negeri sepanjang kuartal I/2010 melonjak 17,72% menjadi 9,74 juta ton dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama 2009 sebanyak 8,27 juta ton.

Lonjakan penjualan tersebut mengindikasikan pemulihan daya beli konsumen domestik yang sempat dihantam resesi ekonomi global sejak akhir 2008.

Berdasarkan catatan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pertumbuhan penjualan tertinggi terjadi pada Februari, yakni 19,72% menjadi 3,16 juta ton dibandingkan dengan bulan yang sama 2009 sebesar 2,64 juta ton.

Namun, pada Maret penjualan hanya tumbuh 15,94% dibandingkan dengan bulan yang sama 2009, yakni dari 2,67 juta ton menjadi 3,09 juta ton. Padahal, jumlah hari kerja pada Februari lebih sedikit daripada Maret.

Pada Januari 2010, penjualan semen juga melonjak 17,58% menjadi 3,49 juta ton dibandingkan dengan Januari 2009 sebanyak 2,97 juta ton.

"Permintaan semen pada Februari tahun ini luar biasa besar dibandingkan dengan Februari 2009 sehingga persentasenya terlihat cukup mencolok, sedangkan permintaan pada Maret mulai stabil," kata Ketua Umum ASI Urip Timuryono kemarin.

Secara umum, jelasnya, peningkatan pasar semen di dalam negeri pada kuartal I/2010 disebabkan pemulihan daya beli konsumen domestik yang sempat dihantam dampak krisis ekonomi dunia. Hantaman krisis membuat permintaan merosot tajam pada kuartal I/2009.

Pasar semen domestik kuartal I/2010
Bulan                 Penjualan (juta ton)              Pertumbuhan* (%)
Januari                         3,490                                17,58
Februari                       3,156                                 19,72
Maret                           3,092                                 15,94
Sumber: Asosiasi Semen Indonesia
*) Dibandingkan dengan bulan yang sama 2009

"Pada kuartal I/2009, seluruh perusahaan di sektor properti, infrastruktur, dan industri mengurangi kegiatan pembangunan. Kondisi ini membuat sejumlah proyek yang didanai pemerintah tersendat. Pada tahun ini, situasi yang kurang menguntungkan itu mulai berubah. Situasi makroekonomi mulai stabil," katanya.

Melihat keadaan itu, Urip kian optimistis penjualan semen pada April akan lebih besar dibandingkan dengan April 2009.

"Secara umum, penjualan semen pada kuartal II trennya akan lebih baik dibandingkan dengan kuartal I. Ini merupakan rumus yang telah berlaku umum mengingat pada kuartal II biasanya mulai masuk musim panas sehingga pengerjaan proyek dipercepat," katanya.

Banyaknya proyek infrastruktur dan properti yang sempat tertunda pada akhir 2009 akan dituntaskan pada tahun ini. Atas dasar itu, dia yakin target pertumbuhan penjualan semen sebesar 6% menjadi 40,28 juta ton pada tahun ini dapat dicapai.

Tambah kapasitas

Sejak akhir tahun lalu, industri semen domestik mulai merealisasikan sejumlah proyek senilai US$1,94 miliar untuk menambah kapasitas terpasang 14,5 juta ton dari 44,89 juta ton pada 2009 menjadi 59,39 juta ton pada 2015, termasuk meningkatkan daya listrik 200 megawatt (MW).

Peningkatan kapasitas untuk mendongkrak permintaan domestik yang tumbuh 7%-8% per tahun dan perluasan pasar ekspor. Pada 2015, konsumsi semen di dalam negeri diprediksi mencapai 56 juta-58 juta ton, meningkat dari konsumsi pada 2009 sebanyak 38,5 juta ton.

Menurut Direktur Industri Kimia Hilir Direktorat Jenderal Industri Agro Kimia dan Hasil Hutan Kemenperin Tony Tanduk, penambahan daya listrik akan meningkatkan investasi sekitar US$200 juta, sedangkan penambahan kapasitas terpasang dan lahan mencapai US$1,74 miliar. 

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy