Saat melakukan proses peledakan batu di wilayah tambang, ternyata
banyak hal yang bisa dilakukan untuk bisa meminimalisir getaran. Itu
tersaji saat diskusi antara wartawan Tuban yang tergabung dalam
Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) dengan PT Semen Gresik (SG) di Hotel
Surya Indah, Jl Oro-Oro Ombo No 202 Kota Batu, 13-14 Februari kemarin.
Ahli
peledakan, Handoyo dalam paparannya menyebutkan, peledakan delay atau
tunda adalah salah satu solusi untuk bisa mereduksi getaran. "Dengan ledakan tunda alias tidak bersamaan, maka getaran akan sangat berkurang," katanya.
Sebab, dengan model seperti itu, pengisian bahan peledak di tiap lubang bisa diatur sedemikian rupa. Biasanya model seperti itu dilakukan pada peledakan yang dekat dengan pemukiman penduduk. "Bisa
dibedakan dengan menggunakan sistem tersebut. Sebab, getaran akan lebih
bisa ditimbulkan oleh dump truck dibandingkan dengan peledakan di Semen
Gresik," tegasnya.
Untuk peledakan yang bisa direduksi karena
menggunakan sistem delay, hanya ada getaran sekitar 2 sampai 3
mm/detik. Padahal yang ditimbulkan dump truck bisa mencapai 5 sampai 7
mm/detik. "Bisa dilihat secara langsung saat PT SG melakukan
peledakan batuan, hanya jarak 50 meter ada bangunan dan tidak masalah,"
sambung Handoyo.
Dengan contoh seperti itu, maka ledakan yang
dilakukan PT SG saat memecahkan batuan resiko kerusakan pada bangunan
sangat diminimalisir. Walaupun begitu, kalau masyarakat sekitar
pabrik di Tuban misalnya masih ada keluhan, maka pihaknya akan terus
melakukan evaluasi. Sebab, yang terbaik akan diberikan kepada
masyarakat, sampai tidak adanya gangguan.
Ditanya mengenai
keberadaan suara yang cukup nyaring ? Handoyo menjelaskan, kalau faktor
alam maupun cuaca sangat berpengaruh. "Kalau habis hujan atau minim
angin yang berhembus, biasanya suaranya lebih besar," lanjutnya.
Yang
jelas, antara suara yang nyaring dengan kekuatan getaran tidak ada
pengaruhnya. Jadi, kalau suara nyaring atau cukup keras didengar
telinga, maka belum tentu getaran sangat besar.
"Makanya, perlu
diteliti lebih jauh saat terdengar suara ledakan PT SG, dan warga
mengeluhkan rumahnya retak. Apa itu karena ledakan PT SG, atau ada dump
truk yang melintas disekitar rumah warga," tanya Handoyo.