PENDAPATAN PT Semen Gresik (SG) sepanjang semester 1-2010 diperkirakan meningkat 5-10 persen dibanding pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,76 triliun. Di sisi laba bersih, diperkirakan juga mengalami pertumbuhan antara 10-15 persen.
"Kenaikan laba bersih ini karena adanya efisiensi," kata Dirut Semen Gresik Dwi Soetjipto di kantor Kementerian BUMN, kemarin.
Dwi mengakui, pertumbuhan laba dan pendapatan itu memang tidak terlalu tinggi. Hal ini, lantaran persaingan industri semen di tanah air makin ketat serta harga semen yang belum bagus.
"Beruntung, semester I ini perseroan masih bisa melakukan efisiensi, sehingga mampu mendongkrak kinerja," tuturnya.
Sepanjang semester 1-2010, perseroan mampu meningkatkan kapasitas produksi semen antara 4-5 persen. Semen Gresik menargetkan, sampai akhir tahun bisa produksi semen menjadi 19.09 juta ton.
Direktur Keuangan Semen Gresik Cholil Hasan menambahkan, pendapatan perseroan pada semester 1-2010 diperkirakan naik satu digit. "Kami perkirakan tidak lebih rendah dari tahun lalu," katanya.
Meski ada kenaikan TDL (tarif dasar listrik). Cholil mengaku pihaknya tidak terlalu khawatir. Sebab, komponen listrik pada biaya produksi semen hanya sekitar 12 persen dari total biaya, sehingga kenaikan TDL ini tidak terlalu mempengaruhi kinerja perseroan.
Untuk mencapai target produksi tahun ini sebesar 19,09 juta ton, lanjut Cholil, pihaknya harus menambah kapasitas pabrik sebesar 5 juta ton per tahun. Dengan penambahan ini juga, produksi semen bisa mencapai 24-25 juta ton pada tahun 2014 atau 2015.
Namun, produksi ini juga tergantung permintaan pasar. Kalau permintaan bagus, produksi juga bisa digenjot. "Demand pasar kemarin 11 persen. Itu sudah bagus, karena asumsi kami hanya sekitar 8 persen," ujarnya.
Selama ini, target produksi semen dari Semen Gresik dibebankan kepada tiga perusahaan yaitu Semen Gresik. Semen Tonasa, dan Semen Padang. Kontribusi produksi semen dari Semen Gresik mencapai sekitar 50 persen.
Namun, Semen Tonasa memiliki kapasitas terpasang terbesar dibandingkan pabrik lainnya. "Kalau tidak salah hampir 6 juta ton, dan Semen Padang 4 juta ton." tuturnya.