Pengobatan Gratis

Untuk meningkatkan standar kesehatan masyarakat khususnya di daerah sekitar Pabrik Tuban, satu dari beragam program Bina Lingkungan Tuban adalah bakti sosial berupa pengobatan gratis di desa-desa  sekitar pabrik. Awal diadakannya program ini adalah untuk mengukur dampak polusi berdirinya pabrik terhadap kondisi kesehatan masyarakat disekitar pabrik dengan melihat naik-turunnya jumlah penderita penyakit infeksi pernapasan (ISPA).
Program pengobatan gratis ini merupakan program rutin sepanjang tahun dari Seksi Bina Lingkungan Tuban yang akan singgah di 24 desa yang merupakan desa yang berada  di wilayah ring 1, tiap desa akan dijadwalkan minimal satu kali dalam satu tahun untuk memperoleh program pengobatan gratis, namun beberapa desa memperoleh lebih dari satu kali tergantung dari kondisi dan kebutuhan dari desa tersebut. Diawal tahun program pengobatan gratis singgah di  5 desa di wilayah ring 1, antara lain desa Sucorejo, desa Karangasem, desa Sumurgung, desa Bogorejo dan desa Margomulyo.
Untuk mempermudah warga agar dapat hadir saat pengobatan gratis diselenggarakan di balai desa.  Dibantu perangkat desa dan petugas Puskesmas setempat, satu hingga dua orang dokter dari RSSG siap untuk memeriksa kondisi kesehatan tiap-tiap warga yang mengeluh sakit. Tak sekadar diperiksa, setelah itu mereka juga akan diberi obat untuk sakit yang dideritanya secara gratis.
Antusiasme warga di tiap desa yang disinggahi cukup tinggi terbukti tidak kurang 250 orang  memanfaatkan pengobatan gratis ini, penyakit yang diderita pun beragam dari yang paling ringan seperti batuk pilek hingga yang terberat liver. Dari data yang diperoleh salah seorang petugas Puskesmas yang terlibat dalam program pengobatan gratis ini dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada penyakit yang spesifik yang diakibatkan oleh berdirinya dan beroperasinya pabrik Semen. “Maturnuwun sanget kaliyan Semen Gresik ingkang sampun ngadaaken pengobatan gratis, kulo seneng sanget, nggih arep-arep kapan malih wonten pengobatan gratis kaliyan adum sembako amergo kulo niki tiyang mboten nggada,” (Terima kasih banyak kepada SG yang sudah menyelenggarakan pengobatan gratis, saya senang sekali dan berharap kapan lagi ada pengobatan gratis dan pembagian sembako, karena saya ini orang miskin), kata Bu Widji, 45 tahun dengan mata berkaca-kaca. Bu Widji merupakan seorang ibu dari keluarga miskin yang mempunyai seorang putri bernama Setyowati, 7 tahun penderita gizi buruk sekaligus down sindrom ini sudah bertahun-tahun merasakan manfaat dari program pengobatan gratis dan Bakti Sosial pembagian sembako.
Kepedulian perusahaan terhadap kondisi dan kualitas kesehatan masyarakat dengan diadakannya program pengobatan gratis sekaligus memberikan pengetahuan tentang pentingnya hidup sehat merupakan langkah awal untuk menumbuhkembangkan rasa ikut memiliki masyarakat terhadap pe­rusahaan.
Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy