PT Semen Gresik Tbk (SMGR) masih bisa
mencetak pertumbuhan penjualan domestik sepanjang periode
Januari-Oktober 2009, di tengah penurunan konsumsi semen nasional.
Perusahaan pelat merah ini mencetak penjualan semen sebesar 14,04 juta
ton. Berarti, naik 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya. Lain halnya dengan konsumsi semen nasional yang turun 2%
dari 31,70 juta ton menjadi 31,05 juta ton.
Berdasarkan data Asosiasi Semen
Indonesia (ASI), anak usaha SMGR yakni PT Semen Tonasa mencetak
kenaikan penjualan paling tinggi dalam periode Januari-Oktober 2009
sebesar 13,9% menjadi 3 juta ton. Sedangkan anak usaha lainnya, PT
Semen Padang, menjual hingga 4,18 juta ton semen atau turun 1,2% dari
periode yang sama tahun lalu.
Semen Gresik sendiri berhasil menjual
6,87 juta ton semen. Jumlah tersebut masih lebih rendah 0,3%
dibandingkan 10 bulan pertama pada tahun 2008. Hubungan Investor SMGR
Agung Wiharto optimistis, perusahaan mampu mempertahankan pangsa pasar
penjualan semen domestik. "Pertumbuhan penjualan industri semen
diperkirakan tumbuh nol hingga 2%," ujarnya, kemarin.
Sekedar catatan, penjualan semen
domestik Semen Gresik sepanjang tahun lalu mencapai 16,7 juta ton.
Agung berharap, penjualan dalam dua bulan yang tersisa tahun ini dapat
menyamai penjualan 2008.
Optimisme itu tentu saja bukannya tanpa
alasan. Pasalnya, penjualan domestik grup pada bulan Oktober saja
mencapai 1,64 juta ton. Bila Bulan November dan Desember hal tersebut
kembali terulang, target SMGR akan bisa terpenuhi.