Penjualan Semen Domestik Bisa Lampaui 44 Juta Ton

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memperkirakan target penjualan domestik pada tahun ini yang dipatok 44 juta ton, naik dari 2010 40 juta ton, bisa melebihi target.

Kuatnya fundamental ekonomian nasional menjadi pemicu kenaikan tersebut.

"Target tahun ini sangat mungkin terlewati. Lebihnya sedikit tapi saya tidak berani memberikan estimasi," kata Ketua ASI, Urip Trimuryono, saat dihubungi beritasatu.com, Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan, terlewatinya target tahun ini didasarkan perekonomian Indonesia yang terus tumbuh. Kondisi ini tak lepas dari menggeliatnya investasi sektor riil.

Menurut Urip, faktor-faktor pendorong pertumbuhan tahun ini masih didorong pertumbuhan infrastruktur dan properti. "Properti lagi galak sekali, kalau infrastruktur tahun depan pertumbuhannya akan pesat karena proyek-proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," ujar dia.

Urip mengatakan, properti masih menyumbang kontribusi penjualan sekitar 60-70 persen, sementara sisanya infrastruktur. "Pulau Jawa masih mendominasi pembangunan," kata Urip.

Untuk tahun depan, Urip memproyeksi, pertumbuhan penjualan semen nasional tumbuh 10 persen. "Itu sudah bagu, kita mewaspadai dampak efek krisis Eropa," tutur dia.

Urip menambahkan, pabrik-pabrik semen lokal terus meningkatkan kapasitas produksinya di antaranya Semen Tonasa sebesar 2,5 juta ton, Semen Gresik 2,5 juta ton, dan Lafarge 1,6 juta ton. "Ini mencerminkan optimisme pertumbuhan," katanya.

 

 

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy