Penjualan Semen Domestik Melonjak 12 %

RI DEFISIT SEMEN PADA TAHUN 2012

Realisasi Penjualan Semen Domestik pada April 2010 Meningkat 12 % menjadi 3,192 juta ton, dibanding bulan sama 2009 sebesar 2,85 juta ton. Konsumsi semen dalam negeri dapat terangkat, menyusul membaiknya perekonomian domestic yang ditandai makin rendahnya inflasi dan suku bunga kredit. Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono menegaskan, penurunan bunga kredit mendorong kalangan pengembang meneruskan proyek – proyek yang sempat tertunda pada tahun lalu. Kalangan pengembang meyakini rumah atau apartemen yang dibangun dapat diserap pasar, seiring rendahya bunga kredit.
  
“ Tren ini terus berlanjut sampai April, meski tidak sekencang pada kuartal pertama tahun ini,” ujarnya ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/5). Urip menilai, sejauh ini proyek property masih menjadi motor penggerak penjualan semen dalam negeri sepanjang 2010. Sebab, kata dia, proyek infrastruktur yang digalang pemerintah hingga kini belum terlihat realisasinya.

Hingga Mei 2010, Kementrian Pekerjaan Umum (PU) baru menyerap anggaran Rp. 4,6 triliun, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu Rp. 6,2 triliun. Total pagu anggaran PU pada tahun ini mencapai Rp. 34,79 triliun. Berdasarkan data ASI, penjualan semen selama Januari – April 2010 melonjak 16 % menjadi 12,93 juta ton, dibanding periode sama tahun lalu sebesar 11, 123 juta ton. Urip memprediksi, penjualan semen pada kuartal II – 2010 akan sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya. Dia memprediksi konsumsi semen pada semester pertama tahun ini akan tumbuh sekitar 14 – 15 %.
 
Memasuki paruh kedua, kata Urip, konsumsi semen akan semakin melambat. Hal itu terlihat dari tren tahun lalu.“ Kami berharap PU dapat membelanjakan anggaran mulai Juli, sehingga konsumsi semen dapat terkerek. Yang saya dengar, proyek infrastruktur pemerintah baru masuk tahap pembebasan lahan, belum sampai tahap pembangunan,” paparya. Hingga akhir tahun ini, ASI memprediksi penjualan semen dalam negeri tumbuh 6 % menembus 40 juta, dibanding 2009 sebesar 38,415 juta ton.
    
Ancaman Shortage Kian Dekat
 
Di sisi lain, Urip memprediksi, Indonesia akan mengalami defisit pasokan semen (shortage) pada 2012, sejalan dengan terus tumbuhnya konsumsi. Total kapasitas terpasang industri semen pada 2010 mencapai 48 juta ton, sedangkan total penjualan tahun ini ditaksir mencapai 42 juta ton. Rinciannya, 40 juta ton untuk domestic, sedangkan sisanya untuk pasar ekspor.

“Jika konsumsi terus tumbuh, otomatis kita akan mengalami shortage pada 2012. Ini perlu diantisipasi produsen dengan membangun pabrik baru,” tuturnya. Menurut Urip, kapasitas klinker (terak semen) nasional hanya 40,8 juta ton atau 20 % di bawah kapasitas produksi semen. Untuk menghasilkan 48 juta ton semen, produsen harus mengimpor terak dari beberapa negara. Impor dilakukan agar produsen fleksibel dalam menentukan jenis semen, seperti OPC dan PPC.
 
Dia mencatat, utilisasi industri semen saat ini rata – rata sudah mencapai 80 %. Bahkan BUMN semen nasional, PT Semen Gresik Tbk (Semen Gresik Group/ SGG) berproduksi di atas kapasitas terpasang. Utilisasi kami sudah mencapai 100 %,” ujar sekretaris perusahaan SG Sunardi. SGG terdiri atas Semen Padang, Semen Gresik, dan Semen Tonasa. Total kapasitas terpasang grup itu mencapai 19 jutaa ton.

Untuk menghindari terjadinya shortage semen pada 2012, SGG membangun dua pabrik semen baru, yakni di Padang dan di Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan kapasitas masing – masing 2,5 juta ton. Total investasi untuk proyek ini sekitar Rp. 7,5 juta triliun dan ditargetkan rampung pada 2012.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy