Penjualan Semen Januari Melaju 5%

Penjualan semen akan naik signifikan pada semester II-2011

Peningkatan aktifitas pembangunan turut mendorong laju permintaan semen. Walhasil, konsumsi semen pun meningkat sejak awal tahun.
Urip Trimuryono, Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI), mengatakan, selama januari 2011, tingkat penjualan semen naik 5% dibanding penjualan di Januari 2010. menurutnya, peningkatan ini karena kegiatan kontruksi tahun ini meningkat. ”Sebagian proyek konstruksi tahun ini adalah kelanjutan dari tahun lalu,” ujar Urip Rabu (9/3).

Urip menambahkan, peningkatan penjualan di bulan Januari lalu belum signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, sebab, pada semester II-2011, konsumsi semen sudah meningkat cukup tinggi. Sedangkan di semester I-2011 ini, banyak instansi pemerintah dan swasta masih melakukan tender dan penjajakan konstruksi yang realisasinya baru akan dilakukan di semester II-2011.

Urip optimis konsumsi semen nasional tahun ini akan sesuai target 43 juta ton. Target ini tumbuh 6% dibanding konsumsi semen 2010 yang sebanyak 40,7 juta ton. ”Proyek yang banyak mendorong permintaan semen ialah pembangunan rumah susun sederhana sewa,” terang Urip. Agung Wiharto, Kepala Hubungan Investor PT Semen Gresik Tbk, mengatakan permintaan yang masuk ke Semen Gresik di sepanjang Januari 2011 Cuma naik 1%, menjadi 1,46% juta ton. Soalnya, walaupun ada daerah yang permintaan semennya naik tinggi, namun ada pula penurunan permintaan di Jawa Timur sebesar 13%. Jumlahnya, dari 506.000 ton per Januari 2011. penurunan juga terjadi di Yogyakarta. ”Musim hujan membuat kegiatan konstruksi di kedua daerah tersebut tersendat,” kata Agung. Namun dia yakin permintaan akan menanjak di semester dua nanti. Apalagi, selama ini sekitar 60% penjualan Semen Gresik terjadi di semester kedua.

Semen Gresik sudah menaikkan harga

Secara umun, Agung memandang permintaan semen tahun ini akan meningkat. Hal ini pula yang mendorong perusahaannya meningkatkan produksi 6,3% dari 19 juta ton menjadi 20,2 juta ton.

Bila dilihat, dari penjualan per daerah, permintaan dari jawa masih menyumbang 50% dari total penjualan Semen gresik. Disusul kemudian sumatera yang memberi kontribusi 23%, Sulawesi 7%, Nusa Tenggara dan Bali 6%, Papua 2%, dan sisanya berasal dari daerah lain. Dari berbagai daerah di indonesia, Semen Gresik menjadi pemimpin pasar di Jawa Timur, Padang, Kalimantan, dan Indonesia Timur.

Di beberapa daerah dimana Semen Gresik menjadi pemimpin pasar, Semen Gresik sudah menaikkan harga untuk menutup kenaikan harga batubara. “Seperti di Jawa Timur, kami sudah menaikkan harga sekitar 1%-2%,” kata Agung. Namun menurutnya, harga ini masih fluktuatif.

Sebagai catatan, rata-rata harga semen buatan Semen Gresik Rp 50.000-Rp 55.000 per sak isi 50 kilogram (kg). Sementara harga produk Semen Bosowo Rp 50.000 per sak, semen Indocement Rp 48.000-Rp 49.000 per sak.

Setyo Maharso, Ketua Umum Real Estate indonesia (REI), mengatakan, pengembangan sudah mengantisipasi kenaikan harga semen yang bakal mengerek harga rumah. ”Sebab konstruksi semen terhadap pembangunan rumah bisa mencapai 30%-40%,” ujar Setyo. Menurutnya, para pengembang rumah akan melakukan banyak konstruksi di semester dua nanti.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy