Penjualan Semen Naik

Pasar semen nasional semakin bergairah menyusul maraknya pembangunan infrastruktur belakangan ini. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, penjualan semen selama kuartal I-2011 mencapai 10,28 juta ton. Jumlah ini tumbuh 6% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar 9,7 juta ton.

”Kenaikan permintaan semen datang dari sektor properti dan juga pembangunan jalan tol dan jembatan,” kata Ketua Umum ASI Urip Timuryono, Senin (4/4).

Menurut Urip, stabilnya suku bunga perbankan selama tiga bulan ini membuat banyak pengembang properti semakin agresif membangun proyek properti.

Selain properti, kenaikan permintaan semen juga datang dari kontraktor jalan tol serta jembatan. “Beberapa proyek berada dalam posisi membutuhkan semen diawal tahun ini,”ujar Urip.

Melihat kinerja penjualan kuartal I-2011, Urip yakin penjualan semen tahun 2011 bisa melampaui target penjualan tahun ini yang ditetapkan sebesar 4,3 juta ton. Menurutnya, dengan pertumbuhan 60% - 80% dikuartal II, III dan IV nanti, maka realisasi penjualan semen 2011 bakal lebih baik dibandingkan penjualan 2010 sebanyak 40,7 juta ton.

Kenaikan permintaan semen diakui Agung Wiharto, Kepala Bagian Hubungan Investor PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Walaupun belum memiliki data penjualan sampai kuartal I-2011, tapi Agung menjelaskan, penjualan Semen Gresik selama bulan Januari dan Februari lalu tumbuh sekitar 2% dibanding periode sama tahun lalu.

Secara volume, penjualan semen naik menjadi 2,8 juta ton dari realisasi penjualan waktu yang sama tahun 2010 sebesar 2,75 juta ton. “Ini karena pembangunan properti meningkat,” jelas Agung.

Agung mengklaim, penjualan Semen Gresik Januari – Februari 2011 itu telah menguasai pangsa pasar 41,1%, dari total penjualan semen nasional sebesar 6,8 juta ton. Penjualan semen buatan Semen Gresik terbesar di Pulau Jawa 50%, disusul Sumatra 23%, Sulawesi 7%, Nusa Tenggara dan Bali 6%, dan papua 2%. “Kebanyakan pembangunan masih terpusat di Pulau Jawa, “Agung.

Untuk mengatisipasi naiknya permintaan semen di pasar domestik, Semen Gresik berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 6,3%. Agung berharap, produksi semen bisa naik dari 19 juta ton tahun 2010 menjadi 20,2 juta ton tahun ini.

Dampak kenaikan permintaan semen tentu saja mengerek harga semen. Berdasar pantauan KONTAN, harga Semen Gresik naik menjadi Rp 56.000 per sak (ukuran 50 kilogram) atau naik 1,7% dibandingkan harga pertengahan Maret sebesar Rp 55.000 per sak. Kondisi serupa terjadi pada semen Tiga Roda.

Ekspor semen turun

Kenaikan permintaan semen dalam negeri ternyata tidak seiring dengan kenaikan permintaan pasar semen untuk ekspor. Menurut Urip, tahun ini industri semen hanya mampu mengekspor sebesar 1 juta ton. Jumlah ini turun jauh jika dibandingkan realisasi ekspor semen tahun 2010 yang sebanyak 3 juta ton. “ Karena kinerja pabrik semen banyak yang turun,” kata Urip.

Penurunan kinerja pabrik terjadi karena banyak industri semen yang masih memiliki mesin produksi yang sudah tua alias uzur. Mesin yang sudah tua itu membuat produktivitas menurun karena sering rusak.

“Tingkat utilisasi pabrik hanya mencapai 90%, karena waktu banyak terpakai untuk melakukan perawatan dan servis pada mesin yang sering rusak,” jelas Urip.

Copyright © Semen Gresik . All rights reserved. / Privacy Policy